1/07/2017

Let Rain Fill Your Glass

Fak fak, ketik apus ketik apus, kapan post nye lu anying..
Yah wkww beginilah, kalo nggak salah udah 3 draft yang ane ketik. Tiga-tiganya beda tema, tapi apalah berakhir oleh tombol delete. Trus sekarang mau ngomongin apa, Gus? Jangan tanya elah, ngeselin amat.

Yayaya harus semangat ngetik, semangat semangat hap hap hap. Kira kira begitulah ucapan seseorang untuk menyemangati seseorang yang lainnya haha. Nggak terlalu bersemangat hari ini, tapi nggak terlalu lemes juga. Ada baik, ada buruk, seperti biasa, ada kamu ada aku, yah begitulah..
Baiknya Gus? Ntaran aja, buruknya dulu aja. Yaudah, buruknya apa Gus? Duh jaadi males kalo mikirin yang buruk mah. BODOAMAT Gus. Wkwk..

Kemarin sempet hujan, setelah lutut menyentuh lantai, tangan menengadah, hujan itu turun. Merasa sangat tertekan, seperti kehilangan STNK yang padahal sebelumnya dimainkan. Bodoh, iya bodoh. Tapi apalah, manusia, hanya itu pembelaannya. Sekilas terbayang seorang wanita menunggu di rumah, dengan lelah, tapi masih tetap menunggu. Entahlah, hujan itu turun.

Ada satu hal lagi yang buruk teman-teman. Apa itu, Gus? Seriusan tapi ya? Iya serius. Ini soal ujian yang nggak mampu terselesaikan dengan baik. Hah! Tauk ah anying.. Gimana ceritanya sih bisa salah gitu, nggak habis pikir duh. Bego bego bego bego bego bego bego. Entahlah, hujan itu turun.

Dari dua masalah, itu, yakinlah, hanya kamu yang paham wkwk. Gimana lagi, cuman kamu yang tau.
Hujan itu turun. Terlihat seseorang dengan gelas ditangannya. Gelas yang setengah penuh, ia tutupi dengan hati hati. Ia mencoba merasakan hujan itu, ternyata bukan itu yang ia butuhkan. Ia berlalu, membiarkan gelasnya setengah penuh. Ia berteduh, menanti hujan lain yang mungkin bisa mengisi gelasnya.

Hujan itu turun. Pertanda rindu. Setiap tetesnya mewakili rindu yang tak mungkin terucap. Lalu mengapa kau berteduh, sementara rindu yang diwakilkan oleh hujan itu, ingin menyapamu. Hujan yang lain adalah ungkapan rindu yang lain, dari orang yang sama. Saat kau menanti hujan yang lain, nantikanlah, mungkin di rindu yang lain, gelasmu akan terisi penuh.


Hapus.. hapus.. hapus.. hapus.. hapus.. hapus.. eksplisit banget ini mah.. hapus..
Bodo amat..

12/24/2016

Pagi-pagi, Selamat Pagi!

Fak wkwk apasih gus? Nggaak, eh ndaaak ndak apaa wkwk ...
Pagi gaes, jarang jarang nih ane ngetik ginian pagi pagi, biasanya juga tengah malem waktu yang lain nikmat dengan kenikmatannya, ane malah ngetik haha. Fak! Apalagi sih gus? Enddaaak wkwk pengen aja ngomong gitu pagi pagi, siapa tau, eh ndak jadi deh.

Pagi ini mau ngapain gus? Ndak tau wkwk, tugas numpuk, keinginan numpuk, Low Prio numpuk, anzeeeng. Om telolet om.. biar ngehits ini blog wkwk. Ane masih ndak tau mau nulis apa dan apa esensi nulis ini dengan kegundahan yang terasa sekarang ini. Fak lah wkwk.
*merenung*

Ha.. ane galau ternyata hahaha. BODOAMAT lah, tapi beneran ane galau sekarang. Sebenarnya banyaak sekali yang pengen ane tulis, tapi apadaya tangan tak sanggup, hati tak mau, pikiran tak ingin. Ane mau ceritain temen ane ajadeh..

Jadi gini, sebut saja Popong. Wkwk popong lagi, biarin ah suka suka gw fak.
Popong ini baru aja pisah ama pacarnya, eh ndak tau sih pisah atau nggak, yang jelas dia ngerasa udah ndak sanggup lagi buat ngejalanin hubungan mereka. Lebih jelasnya tanyain sendiri deh. Nah singkat cerita popong galau, trus udah deh. Wkwkw BODOAMAT, astagaaa kenapa ane sableng bener pagi ini yak.

Yasudalah, terakhir aja dari ane. Seseorang akan merasa sangat tertekan apabila bertemu dengan orang lain yang bisa disebut lebih hebat dalam segala hal dibanding dirinya. Apalagi saat orang itu berada di jalur yang sama dengannya, dia akan merasakan tekanan yang luar biasa hebat. Seseorang yang merasa kurang ini hanya memiliki dua pilihan, tetap maju dengan orang itu atau membalikkan badan dan pergi seperti pecundang. Sayangnya tak banyak yang bisa dilakukannya, itupun karena apa yang dituju dalam jalur itu pun terasa kabur, terasa jauh, dengan kemampuannya saat ini. Benar benar tidak ada yang bisa dilakukannya selain menikmati perjalanannya, meski ia tau orang lain sudah mulai berlari. Apalah arti semangat saat seseorang sendiri tidak bisa memacu dirinya untuk bangkit.

Dia akan berkata, “Aku bisa apa, aku tak bisa seperti dirinya. Bahkan aku takut untuk menjadi lebih baik. Aku hanya bisa termenung dan melihatnya berlari mengejarmu. Entahlah aku mungkin hanya berharap bahwa tujuanku yang datang kepadaku. Mungkin aku bodoh, tidak, memang aku bodoh. Tapi satu hal yang bisa kau perhitungkan atas diriku, aku ingin belajar, meski aku takut bahkan dengan belajar aku tidak bisa lebih baik dari ini.”

Ngomong apasih guaaaa tai tai, hah. Udahlah, selamat pagi, selamat beraktivitas, semoga selamat sampai akhirat. Seseorang yang merasa tidak bisa apa-apa, tidak selamanya tidak bisa apa-apa. Itu aja sih, hehe have a nice day gaes..

12/18/2016

Light Up the Dark

Yah, sudah selarut ini. Sudah setengah 4 rupanya, dan aku masih terjaga di sini, ditemani mas Rudi yang nampak bingung dengan tugasnya hahahaha. Tugasku? Tenang, aku bisa mengalokasikannya lain waktu, yah lain waktu wkwk.If U cant hang dari sleeping with sirens menemani malam ini. 3:29 sudah mulai menusuk badan ini, mata ini, hidung ini, hati ini..

Sejenak aku rubah posisi dudukku agar tak merasakan pegal. Yah pusing meski hanya sedikit, tapi tak akan menghalangiku menceritakan sesuatu yang mengusik hatiku beberapa jam ini hahaha. Seperti biasa, kuharap kalian tidak akan menyesal setelah membacanya, dan tidak merasa menit menit kalian hilang hanya karena tulisan ini hehe.

Oh aku mimisan? Bukan ternyata hanya ingus biasa hehe. Akan sangat dramatis apabila aku benar benar mimisan.

Baiklah, malam ini, hari ini, Indonesia kalah di finalnya yang kesekian kalinya. Ntah ini seperti peringatan atau apa, tapi aku menganggapnya seperti permulaan dari kejadian kejadian yang tidak mengenakkan kedepannya. Hmm, bagai mana tidak, sekarang, saati ini, detik ini, aku begitu terusik, terusik, terusik, ah fuck. Berulang kali aku mengatakan hal hal kotor, tapi tak juga menyembuhkan. Sejenak aku mengambil air dan meletakkan lututku, yah sedikit tenang kali ini. Kulihat handphone ku, yah sedikit terbakar lagi namun tak seperti tadi.

Sepertinya kalian benar-benar bisa menebak apa yang aku rasakan. Dan sepertinya tulisan ini menandakan menyerahnya-aku-atas-semuanya, hahaha semuanya, khususnya masalahku dengan mu.
Abstrak mungkin yang cocok disematkan pada hatiku kali ini. Hah.. Fakkkk. Apa yang harus kulakukan jika kalian berada di poosisiku. Mengatakan kalau aku terusik? Meminta teman agar memberitahu bahwa aku terusik? Haha terserah kalian saja :')

Yah mas Rudi benar benar sudah menyerah dengan tugasnya, sepertinya aku pun begitu. Satu hal yang pasti, nyaman dengan perasaan aneh seperti ini merupakan sebuah ketidak-laziman. Ntah lah haha, mungkin sepatah dua patah kata akan mengubah segalanya.
I wanna stand in a crowded room, screaming the voice they cant ignore. While everyone is sleepin, I'm wide awake. Cz hearts are only open when they break.
Semoga hari kalian menyenangkan teman-teman :)

12/08/2016

Kaukah itu?

pisau yang tak pernah diasah, bahkan dipakai, bisa menjadi pisau yang sangat tumpul, tak berguna. beginilah keadaanku, lama sekali berada di zona nyaman hingga tak ada hal mengusik yg perlu ditulis. rasanya, ingin sekali merasakan semua itu, lagi.

jika kalian melihat tulisan ini, berarti aku sedang terusik. yah banyak yang terjadi. aku hanya akan menceritakan beberapa, karena dg keterbatasan ku tak mungkin aku bisa menceritakan semuanya. atau mungkin hanya satu yang akan aku ceritakan. atau bahkan cerita kali ini hanya cerita yang tak dapat dimengerti. biarlah, aku hanya ingin menulisnya. saat aku menulis 'ini', aku sudah selesai menulisnya.

malam ini, dengan sadar aku merasakan perbedaan. hatiku masih tetap diam, namun tak seperti biasanya, dia merasa dalam diam. dia rindu. padahal dia tidak sadar atas dirinya dan atas siapa yang dirindukan. dia hanya merasa rindu, dan itu terasa sekali padaku.

kita tak banyak bicara, tak banyak mengungkapkan apa apa, hanya saja aku.. aku sudag terlanjur disana, di lubang hitam yang sepertinya tak berdasar. aku menikmati kejatuhanku. dalam benakku berharap bahwa akan ada yang menangkapku. setidaknya melihatku mati di dasar sana.

kita tak banyak bicara, tak banyak mengungkapkan apa apa, hanya saja aku... merindukannya. aku merasa harus berterimakasih kepada keadaan yg seharusnya salah, namun berkat itu aku merasakan perasaan ini. sedikit ngilu dibagian dada, ntahlah aku hanya tersenyum sesekali karenanya.

untuk pemilik hati yang disana, mungkin kau mengenalku, tenang saja aku tak apa. aku tau kau melihatku jatuh di lubang itu. sungguh aku tak apa. tenangkan dirimu, anggap saja kau diberi sedikit pemanis dalam hidupmu, pemanis yang mungkin membuatmu sedikit bingung menanggapinya. tenang saja, aku di sini baik baik saja. aku hanya akan merusakmu jika kau menerimaku. teruskanlah apa yang sudsh digariskan untukmu, mungkin garisku menyenggol garismu, tapi sungguh tak ada niatan aku mengganggumu, meski kunikmati psrtemuan garis kita. entah selanjutnya garis ini akan berjalan bersama, atau garisku hanya akan mendampingimu dari belakang, melihat milikmu yang berjalan. biar waktu yang menjawab~

6/26/2016

Aku adalah Kertas

Hmm baiklah aku kembali dari hibernasi-menulis-panjang-ku. ku harap kalian memahaminya, saat aku mulai menulis, ada sedikit rasa sakit yang tak tertahan. entah sepertinya menulis menjadi, setidaknya penghibur, namun tak sampai mengobati. jika aku tak juga sembuh dari rasa sakit yang sedikit itu, entah lah haha aku hanya akan menahannya mungkin. lagipula tak akan ada yang tau, bahkan penyebab rasa sakit itu pun sepertinya tak tahu. atau tak mau tahu?  entahlah.
kali ini aku sepertinya tak akan banyak mengutarakannya, jujur sebenarnya aku tak ingin. entah apa ini, muak mungkin. entahlah.

aku adalah kertas yang masih bersih. aku tak ingin kotor oleh bolpen, pensil, krayon, aku akan tetap menjaga diriku agar tetap bersih. aku hanya akan bersedia, bahkan dengan senang hati ditulis oleh mu. teringat dahulu kita, maksudku kau, dengan riang menggambar, menulis, semua nya kau lakukan diatas ku. aku menjadi karya kehidupanmu, yang berisi setiap apa yang kau rasa. kau melukisku dengan indah, kau menulisku dengan indah pula, bahkan coretan yang kau buat padaku kala itu, menurutku adalah yang terindah. kau begitu riang melihatku penuh coretanmu. aku pun suka hal itu, sangat suka.

aku adalah kertas yang masih bersih. aku akan tetapi berusaha agar tetap bersih dari apapun selain dirimu. dimana kau sekarang? tidakkah kau melihatku merindukanmu? aku masih bersih disini, apa kau bosan? apa kau jenuh? kulihat kau menjadi seseoranh yang lebih hebat dari seniman, lebih hebat dari pujangga, tapi aku merasa kau semakin jauh dariku. 

aku adalah kertas yang masih bersih. aku akan tetap berusaha agar tetap putih dan menunggumu kembali seperti dulu. usahaku agar tetap putih, nyatanya perlahan merusakku. benar aku tak kotor oleh bolpen, pensil, krayon, tapi aku kini kusam, aku kini lecek, bahkan robek. sedemikian buruk kah yang kudapatkan demi menunggumu? entahlah.
Aku, adalah orang yang merindukan engkau yang dahulu.

10/10/2015

Bolpen : Udah

Hai hai... sekarang tiap mau ngapa-ngapain sama laptop, liatnya ke samping mulu. Kadang leher suka sakit hufet, nulisnya kemana liatnya kemana. Haah dikit curhat tuh, ciyee ane curhatin ciyee wkwk. Tiap orang yang ane curhatin itu selalu punya posisi di benak ini, cowok pun, iya cowok :3 wkwk nggaaak buset. Ciye kalian ane curhatin nih, berarti kalian adalah orang orang penting di sini iya disini. Kalian loh ya, bukan kamu :p wkwk iya kamu juga deh

Hari ini mau ngomongin apa gus?

Serius nanya gituan? Ga salah? Wkwk gatauuu mau ngomongin apa dan besok besok jangan tanya gitu lagi, nggaenak mau jawabnya.

Hari ini bolpen ane ilang di kelas, ntah jatuh atau lupa atau bahkan emang sengaja jatuhin. Sengaja jatuhin..krik..krik.. orang bego mana yang sengaja jatuhin bolpennya, kecuali di sinetron sinetron biar ada yang bantuin trus ada tangan yang nggak sengaja bertemu lalu timbul cinta di antara mereka. Basi..

Bolpen ya.. Bolpen yang menemani tangan ini, bahkan membantu tangan ini menuliskan cerita-cerita tentang semuanya, pelajaran, kisah, kehidupan, bahkan kisah pelajaran hidup di secarik kertas yang sejatinya putih bersih menjadi indah bukan karena keindahan bentuk, namun keindahan isi dan makna.

Lancar sekali, bahkan terkesan bolpen dan tangan ini saling mendukung untuk menciptakan sebuah maha karya kehidupan yang disebut kenangan.

Kok macet? Ah abis kali. Kocok kocok kocok.. bisa nih.. loh kok macet lagi.. ah ganti ah. Gilak wkwk ambigu banget kan.

Tangan ini sudah lama tak menjumpai bolpennya. Ah disana, bolpen yang macet, tangan berusaha meraih. Sudah menunggu secarik kertas yang nampaknya tertumpah minyak diatasnya. Bolpen yang sempat macet, kertas yang tertumpah minyak. Kertas ini sepertinya tidak bisa di isi dengan tulisan dari bolpen. Dengan begini, masih buram apakah bolpen ini masih macet, atau bolpen ini sudah ‘kembali lagi’ namun kertas yang ingin ditulisnya masih kotor terkena minyak. Jemari ini ingin menari bersama bolpen yang mau menemani untuk menulis kisah indah lainnya, kisah indah yang belum terpenuhi.

Dan bolpenku ilang..

10/07/2015

Jenis Penelitian

1. Berdasarkan Penggunaan Hasil 

Menurut Slamet (2003:3), penelitian berdasarkan penggunaan hasil/pemakaiannya dibedakan menjadi penelitian murni dan terapan.

a. Penelitian Murni

Penelitian murni menjelaskan pengetahuan yang amat mendasar mengenai dunia sosial. [1]

Dengan demikian, penelitian murni merupakan penelitian yang menghasilkan sesuatu yang mendukung teori yang menjelaskan bagaimana dan apa yang menjadi sebab sebuah peristiwa terjadi. Dengan demikian hasil dari penelitian ini memberikan pengetahuan dasar yang baru mengenai suatu permasalahan.

b. Penelitian Terapan

Penelitian yang bersifat pragmatis serta berorientasi pada perubahan serta mencoba untuk menyelesaikan masalah tertentu secara spesifik. [2]

Penelitian terapan menghasilkan suatu metode pemecahan terhadap suatu permasalahan yang nantinya bisa diaplikasikan dalam menghadapi masalah yang diteliti di waktu yang berbeda.



2. Berdasarkan Tujuan
Menurut Slamet (2003:3), penelitian berdasarkan tujuannya dibedakan menjadi tiga, yakni penelitian eksplorasi, pengembangan dan verifikasi.

a. Penelitian Eksplorasi

Penelitian yang mencari sebab akibat permasalahan dan maslah tersebut belum pernah terjadi, sehingga peneliti bertindak dalam suasana kegelapan, namun berusaha untuk menemukan permasalahan yang sedang atau akan diteliti.[3]

Dengan demikian penelitian ini merupakan jalan bagi penelitian selanjutnya yang akan dilakukan untuk menghadapi suatu masalah yang sama.

b. Penelitian Pengembangan

Bertujuan untuk mengembangkan hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, baik pengembangan ilmu murni maupun untuk terapan.[4]

c. Penelitian Verifikasi

Penelitian yang bermaksud mengulangi penelitian dengan maslah dan obyek yang sama, dengan tujuan mengoreksi penelitian sebelumnya.[5]

Dengan demikian penelitian ini dapat menghasilkan sesuatu yang memperkuat, melemahkan atau bahkan membantah hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.



3. Berdasarkan Bidang Ilmu

Menurut Prof. Dr. Suharismi Arikunto, ragam penelitian ditinjau dari bidang ilmu antara lain penelitian terhadap pendidikan, ekonomi, kesehatan, keteknikan, ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan dan lain sebagainya (Arikunto, 2006: 9).[6]

4. Berdasarkan Tempat Penelitian


Menurut Slamet (2003:3), tempat yang dikategorikan sebagai tempat yang seringkali digunakan hingga menimbulkan kategori tersendiri dalam bentuk penelitian berdasarkan tempat adalah perpustakaan dan laboratorium, hingga terjun langsung ke lapangan atau disebut juga penelitian kancah.

a. Penelitian perpustakaan

Penelitian yang dilakukan di ruang perpustakaan dengan berbagai literature atau yang disebut dengan penelitian literatur.[7]

Artinya, penelitian ini dilakukan berdasarkan tulisan dan pendapat dari para ahli yang tertulis pada literatur yang dijadikan sebagai rujukan dalam memecahkan masalah sehingga diperoleh kesimpulan atau pendapat baru sebagai hasil dari penelitian.

b. Penelitian laboratorium

Penelitian yang dilakukan di laboratorium dengan menggunakan eksperimen-eksperimen biasa sering digunakanoleh orang-orang eksakta.[8]

c. Penelitian kancah

Penelitian yang berhubungan dengan masyarakat tentang manusia dimana persoalan atau permasalahan tidak kunjung selesai.[9]

Dengan demikian, penelitian akan mendapatkan data langsung dari lapangan.



5. Berdasarkan Pendekatan

Menurut Slamet (2003:3), penggolongan penelitian berdasarkan pendekatannya begitu bervariasi. Ini sejalan dengan bagitu banyaknya pendekatan yang dilakukan oleh peneliti untuk mendalami masalah yang di teliti. Jenis penelitian berdasarkan pendekatannya terbagi atas Penelitian cross sectional, Penelitian longitudinal /time series, Penelitian studi kasus, Penelitian Grounded, Penelitian survey, Penelitian assessment, Penelitian evaluasi dan Penelitian aksi.

a. Penelitian cross sectional

Penelitian yang mengambil satu bagian dari gejala (populasi) pada satu waktu tertentu. Penelitian ini biasanya merupakan penelitian yang mudah dan berbiaya murah.[10]

b. Penelitian longitudinal /time series

Penelitian yang dilakukan pengamatan-pengamatan yang berkaitan dengan satu fenomena sosial –informasi-informasi mengenai masyarakat atau unit penelitian lain dalam durasi waktu tertentu yang dilakukan lebih dari sekali. Penelitian ini lebih kompleks dan memerlukan biaya lebih banyak dibandingkan dengan cross sectional.[11]

c. Penelitian studi kasus

Penelitian ini bersifat mendalam dengan penekanan pada kasus-kasus yang spesifik yang terjadi pada satu rentang waktu yang ketat.[12]

Dengan demikian penelitian in iakan menghasilkan sesuatu yang bisa menjadi rujukan untuk menyelesaikan sebuah kasus. Hasil dari penelitian ini juga bisa digunakan untuk pembanding antara teori dan prakteknya dalam menyelesaikan kasus itu sendiri.

d. Penelitian Grounded

Suatu metode penelitian yang mendasarkan diri kepada fakta dan menggunakan analisa perbandingan bertujuan untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori dimana pengumpulan data dan analisa data berjalan pada waktu yang bersamaan.[13]

e. Penelitian survey

Penelitian yang menggunakan narasumber dan sesi wawancara ataupun pengisian kuisioner menggunakan pertanyaan secara tertulis. Narasumber yang digunakan merupakan sampel, sehingga nantinya akan bisa ditarik kesimpulan yang mengarah ke semua orang secara garis besar.

f. Penelitian assessment

Penelitian ini dalam kasus-kasus management atau ekonomi digunakan untuk penilaian suatu proyek dimulai sampai akhir proyek, sehingga kredibilitas peneliti sangat diutamakan.[14]

g. Penelitian evaluasi

Penelitian evaluasi yaitu penelitian yang dilakukan sebagai bagian dari proses pembuatan keputusan, penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan suatu kejadian kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan.[15]

h. Penelitian aksi/tindakan

Penelitian tindakan bertujuan mengembangkan keterampilan-keterampilan atau cara pendekatan baru dan untuk memecakan masalah dengan penerapan lansung di dunia kerja atau dunia actual yang lain.[16] 



6. Berdasarkan Taraf penelitian

Menurut Slamet (2003:3), penelitian berdasarkan taraf penelitiannya terbagi atas penelitian deskriptif dan eksplanasi.

a. Penelitian deskriptif

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang memiliki tujuan menyajikan gambaran yang lengkap mengenai setting sosial dan hubungan-hubungan yang terdapat dalam penelitian.[17]

b. Penelitian eksplanasi

Penelitian Eksplanasi merupakan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sebuah fenomena sosial terjadi.[18]



7. Berdasarkan metode

Penelitian berdasarkan metode dibagi menjadi empat jenis yakni penelitian historis, filosofis, observasional dan eksperimental.

a. Penelitian historis

Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau itu.[19]

Penelitian semacam ini biasanya menggunakan arsip, catatan, serta dokumen lainnya yang berhubungan dengan masa lalu.

b. Penelitian filosofis

Penelitian filosofis adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki secara rasional melalui perenungan/pemikiran yang terarah, mendalam dan mendasar tentang hakikat sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, baik dengan mempergunakan pola berpipkir aliran filsafat tertentu maupun dalam bentuk analisa sistematik berdasarkan pola berpikir induktif, deduktif, fenomenologis dan lain-lain dan dengan memperhatikan hukum-hukkum berpikir logika.[20]

c. Penelitian observasional

Penelitin yang bertujuan untuk mengamati dan mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi dalam (pada) fenomena natural ataupun sosial, yang terjadi dalam tingkatan waktu tertentu, dan tidak dapat dikendalikan oleh si peneliti, seperti perubahan iklim, pergerakan binatang, pencemaran lingkungan, perubahan perilaku masyarakat, kriminalitas, dsb.[21]

d. Penelitian eksperimental

Penelitian yang dilakukan dengan menciptakan fenomena pada kondisi terkendali.[22] 



8. Berdasarkan waktu

Berdasarkan waktu, penelitian dibagi menjadi dua yakni penelitian satu waktu dan penelitian antar waktu.

a. Penelitian satu waktu

Penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan dalam satu waktu tertentu. Penelitian ini hanya digunakan dalam waktu yang tertentu, dan tidak akan dilakukan penelitian lain di waktu yang berbeda untuk diperbandingkan.[23]

b. Penelitian antar waktu

Penelitian jenis ini dilakukan antarwaktu. Dengan demikian, setidaknya terdapat dua kali penelitian dengan topik dan gejala yang sama, tetapi dilakukan dalam waktu yang berbeda.[24]

Penelitian antar waktu merupakan penelitian yang memang direncanakan untuk meneliti suatu masalah secara bertahap, bukan penelitian yang spontan dilakukan karena penelitian yang sebelumnya belum tuntas.







Sumber :
·          


[1] Vivix’s Blog, Sistematika Metodologi Penelitian, https://vivixtopz.wordpress.com/modul-kuliah/metodologi-penelitian/sistematika-metodologi-penelitian/ , diakses 7 Oktober 2015, jam 21.25 WIB.
[2] Ibid
[3] Ibid
[4] Ibid
[5] Ibid
[6] Rankcotto, Jenis-Jenis Penelitian Ilmiah, http://rankcotto.blogspot.co.id/2009/04/jenis-jenis-penelitian-ilmiah.html, diakses 7 Oktober 2015, Jam 21.13 WIB.
[7] Loc.cit, Vivix’s Blog, Sistematika Metodologi Penelitian, https://vivixtopz.wordpress.com/modul-kuliah/metodologi-penelitian/sistematika-metodologi-penelitian/ , diakses 7 Oktober 2015, jam 21.25 WIB.
[8] ibid
[9] Ibid
[10] Ibid
[11] Ibid
[12] Ibid
[13] Ibid
[14] Ibid
[15] Ibid
[16] Ibid
[17] Ibid
[18] Ibid
[19] I’m An Engineer, Metode Penelitian Dan Metode Pengumpulan Data, http://fitriyara.blogspot.co.id/2012/11/metode-penelitian-dan-metode.html, diakses 7 Oktober 2015, jam 21.13 WIB.
[20] Ria Laily Husna, Metode Pendekatan Daam Penelitian, http://pujanggawati.blogspot.co.id/2010/03/metode-pendekatan-dalam-penelitian.html, diakses 7 Oktober 2015, jam 21.18 WIB.
[21] Dee’ Inside, Jenis Jenis Penelitian, https://shendud.wordpress.com/pendidikan/jenis-jenis-penelitian/, diakses 7 Oktober 2015, jam 21.22 WIB.
[22] Loc.cit, I’m An Engineer, Metode Penelitian Dan Metode Pengumpulan Data, http://fitriyara.blogspot.co.id/2012/11/metode-penelitian-dan-metode.html, diakses 7 Oktober 2015, jam 21.13 WIB.

[23] Loc.cit, Rankcotto, Jenis-Jenis Penelitian Ilmiah, http://rankcotto.blogspot.co.id/2009/04/jenis-jenis-penelitian-ilmiah.html, diakses 7 Oktober 2015, Jam 21.13 WIB.
[24] Ibid

9/17/2015

Jangan Nyasar ke Sini

Kenapa semua orang sensitif banget hari ini. Yah sebenernya nggak hari ini sih, malem ini. Padahal besok udah nggak di sini lagi selama 3 hari ke depan. Ini kah ucapan selamat jalan kalian? Yasudahlah makasih :’)

Ntah mulai dari siapa, pulang petang sambutan rada kampret hari ini mewarnai. Ntah siapa yang mulai, suara keras itu muncul, bak ta*i yang terlempar ke wajah. Ta*i lain muncul, entah kenapa. Hanya satu yang sudi cebokin wajah ini dari ta*i ta*i kemarahan itu, ntah marah, ntah kawatir atau bahkan memang marah. Ah sudahlah..

Cegukan in tak ada hentinya. Capek juga lama lama. Pusing juga nih kepala. Astaga...
Entah apapun yang terjadi hari esok, semoga semua berjalan sesuai rencana tanpa hambatan. Kangen? Gausah, gaperlu. Udah cukup tau malem ini aja.

Udah yuk bubuk~

Oiya jangan pernah takut ketinggian, di bawah ada orang yang rela nangkep kalo misal jatoh. Iya sadar kan? Yaudah. Ini apaan gus? Nggaak, ini #quoteHariIni aja wkwk gapenting ya? Iya gapapa kok :’)

9/10/2015

Bah Asa : Tulisan Yang Harusnya Bertema

Hai hai.. Konbawaa.. A..anu konbawa itu bahasa Jepang yah, artinya kalo ga salah sih selamat malam, iya kalo ga salah wkwk. Maklumin laah, tau ginian cuman dari anime doang hufet T.T

Oya ini nulis sebenernya rada paksaan sih hehe, biar kesukaan untuk nulis dan berbahasanya keluar, katanya sih gitu. Kurang aja banget lu gus, dibilang paksaan lagi. Wkwk jangan ditiruu yaa teman temaan..
Oke karena ini paksaan, eh bukan, mmm suruhan, eh enggaaak, ini tugaas wkwk iyaa karena ini tugas, kali ini ane akan nulis se’nggenah’ mungkin dari biasanya. Yok..

Sebenernya ini tugasnya nulis di blog dengan tema ‘Bahasa’ dan dengan gaya terserah, suka suka elu. Ya karena ane biasanya nulis karena cuman lagi pengen aja, jadi rada gimana gitu pas dapet tugas kayak gini. Hmmm rasanya tuh kayak  “GUE MAU BAHAS APAA... BAHASA APAAA..”. Biasanya nulis juga pake bahasa yang nggak karuan. Hufet, meres otak bener nih kayaknya..
Haha yaudahlah nulis aja sambil mikir ntar juga ketemu apa yang mau ditulis.
*tik..tok..tik..tok..*
Gimana, Gus? Udah nemu? Jangan nanya deh, gue makan juga nih. Mau bahas apa iniiii, bingung kapten :’)

Bahasa tulisan ane yang acak adul seperti ini memang bukan sesuatu yang bisa untuk di tema-kan. Gimana enggak, tiap kali ane tanyain pendapat tentang tulisan di blog ke temen yang ane paksa buat baca tulisan di blog, jawaban mereka selalu salah satu di antara dua, yakni “alya” eh bukan, maksudnya “alay” kalo nggak ya “absurd”. Ga ada baik baiknya itu berdua hadeh di situ kadang saya merasa sedih.
Itu semua tidak lepas dari lingkungan sih. Eh sama bacaan yang ane baca juga sih, lhawong ane sukanya baca bacaan yang agak ‘nyeleneh’ gitu bahasanya. Maksudnya ‘nyeleneh’ masih dalam arti yang kayak lucu, absurd, aneh, dan gitu gitu lah. Nah elu bacanya gituan gus, pantesan! Udah diem deh :’)
Dan yang paling dekat memang lingkungan pada akhirnya. Ane ga mau cerita lingkungan ane yang dulu dulu amat, ane ceritanya yang baru baru ini aja. Tapi nggak baru baru juga kok. Tepatnya awal masuk sekolah menengah. Ane dapet temen yang yaah lumayan banyak laah. Tapi yang paling membekas ciyeeh... Tapi yang paling membekas cuman satu. Ane sampe bilang, “Duh sekali aja punya temen kaya gini”. Gimana engga, meski dia belum kenal banget sama ane, tapi dia udah absurd banget bahasanya kalo ngomong sama ane. Ya iyasih emang ane yang mulai, tapi kaan.... wkwk. Bayangin aja ane udah di “EE*q”-in wkwk, absurd bener kan bahasanya. Tapi karena itu, ane jadi ngerasa kaya punya temen banget yang sama gilanya dalam berbahaasa. Ya meskipun dia sekarang agak manja gitu ke ane wkwk... tenaang.. dia laki kok wkwk. Tapi asik orangnya.
Banyak banget temen yang mirip sama dia. Jadi ane pikir, sekali aja kenal sama orang kayak mereka, iyaa sekalii aja. Sekali untuk selamanya, jangan sampe kita lupa sehingga kita harus kenalan lagi untuk yang ke dua kalinya.
Udah itu aja, udah gakuat. Oya tadi sempat buka blognya bu indri di sini, widiih tulisannya vrooh, kalah jauh ane. Mungkin ane masih ancang ancang mulai, beliau udah nungguin di finish aja. Saking bedanya jauh banget..

Nggak tau mau ditempatkan di mana ini tulisan. Padahal berusaha serius eh kok balik gini lagi. Emang bahasa bisa mempengaruhi perilaku manusia. Lah hubungannya apa gus? Ga ada wkwk. Satu harapan, semoga nilainya ditambah karena ngasih link ke blognya dosen di post tugas ini wkwk.
Yasudaa, have a nice day yaaa...

8/24/2015

Permen Karet Ketidakpastian

Hidup dalam ketidak pastian memang sedikit menjengkelkan. Akan tetapi dalam beberapa masalah justru ketidak-pastian, atau bahkan ketidak tahuan akan sesuatu malah menimbulkan suatu sensasi yang mendalam bagi pelakunya, seperti menebak nebak, berdebar ketika tabakannya hampir benar, dan yang tentunya penasaran. Bagi sebagian orang yang seperti ini justru membuat mereka lebih nyaman dalam beberapa hal. Mereka begitu menikmati ketidak tahuan mereka, akan tetapi ketidak tahuan itu memberikan sesuatu yang berarti, sesuatu yang menyenangkan dan menenangkan. Mungkin ini yang menjadi salah satu dasar dalam terciptanya kalimat, ‘Ada beberapa hal yang tidak harus kamu ketahui’.

Hahaa.. nggaak bukan kok, kalimat sepanjang gitu nggak untuk ditujukan ke orang lain, berarti bukan nyindir yaa. Tapi yang merasa, maaaf banget wkwk bukan maksud menyindir seriusan deh. Itu cuman sesuatu yang terlintas di pikiran setelah melihat beberapa orang yang sebelumnya terlihat begitu cerah, akan tetapi menjadi sedikit mendung ketika ketidak tahuan nya hilang, namun bukan dalam perkara yang positif. Ketidak tahuan nya hilang dan menimbulkan sedikit rasa kaget, tentunya sedikit juga kecewa hehe.. Nah ini apa namanya kalo bukan nyindir, nyet?? Wkwk iya iyaaa duh apasih ngomong apa guaa, maafin yaah, lagi ngunyah permen karet jadi kepala rada nyut nyutan gitu, mau nulis juga rada aneh jatohnya..

Pegeel, lumayan pegeel, tapi yaudah lah hihi toh biasanya juga nggak pernah peduli sama pegel sendiri. Ini baru awal, belum besok yang harusnya menjadi awal yang sebenarnya, makin pegel daah hoff.

ane nulis makin ngaco ya? Hehe maapiiin.. habisnyaaa sih... mmm habisnya apa yaa... yaudah habisnya aja wkwk. Duh mendingan udahin aja deh sebelum makin ngaco wkwk, maaf banget beberapa menit di hidup kalian jadi ngga berguna gara gara baca beginian wkwk. Maapin yaaaa, sayaang banget deh sama kalian..

Oya hihi, jangan nyerah yaaa.. semangaat, tetep semangaat walaupun permen karet kalian sudah hambar atau bahkan mulai pahit, tambahkan satu permen karet lagi, niscaya rasanya seperti baru namun yang saat ini ukuran ekstra.. daaa~