11/19/2017

A..anu hehe itutuh

Iniii harusnyaa udah dipost kmaren kmareen. Buka buka note kok ada ini, waduh, curhatan yang tertunda. Yah tapi, dikit dikit sekarang juga masih bisa dibilang sih. Gw ngomong apa dah haha, acem, yauda nih..

Ah udah pagi, haalo gaes. Sapa lu. Jahaat bgt lu. Habisnyaaa.. iyaya maapin ya ngga pernah mampir akhir akhir ini, tapi seriusan sibuk bat gw. Sibuk apa, cewe? Palalu cewe mulu. Hehe yakali kan. Banyakk, uas gw aja baru kelar nih. YaAllah, kapok, sukurin. Kirain mau berempati. Ngarep anjing. Yhaaa :')
Trus, ngapain nih? Galak amaat. Ngapa lu , galau? Hehe dikit. Heu...

Yah seperti itu lah wkwk. Baru selese uas nih, bayangin aja, uas mulai sebelum puasaan sampe setelah lebaran baru kelar. Hebat, kan? Kalo dipikir pikir sih capek, tapi yaudahlah.

Oiya, lu pada inget film hello stranger nggk. Yang dulu tuh, alah yang duluuu, yang katanya mirip guaa aktornya ahahah, bego -_-. Gw nemu lagi itu folder, dan tau apa? Gw liat lagi wkwk.

Trus gus? Yaudah hehe gitu aja..
Gw jitak mampus lu. Wkwk nggak nggak ini ada terusannya elah.

Film itu masih bgt membekas, meski udah beberapa kali liat. Ingat pertama kali yang kau ucapkan saat menontonnya? Yah, aktornya mirip kamu. Wkwk ntah apa yang merasuki pikiranmu dan mengucapkannya.
Pagi yang mulai tinggi ini agak sendu, mengingatmu, bagaimana diriku dan dirimu dahulu. Taukah? Tiap kali orang memanggil sapaanmu untukku, aku selalu menoleh, berharap itu kamu, walau cuma bayanganku. Naif memang, setelah apa yang ku perbuat.
Pagi yang tinggi ini makin sendu, berharap ini bukan rindu, hanya sekilas mengenangmu. Akhirnya, tak kuasa menulismu, di kanvas hina ini. Padahal sempat dulu berujar, takkan menulis tentangmu. Kamu selalu bertanya, mengapa begitu. Aku hanya menjawab dalam hati, aku tak mau kamu merasa seperti orang orang yang kutulis rasakan. Tapi.. nggk lama lagi, kamu akan merasa.

Nyatanya memang rindu, yang membuatku kembali mengingatmu..

Wah wkwk maapiin. Ngga maksud apa apa kok, tenang aja. Hv a nice day yaa, nda

5/26/2017

Jam 4, Udah pagi aja

Hai hehe. Eh apaya, auk ah. Apasih gus? Diem ah. Wkwk iya deh, lagi seneng nih. Kaga, brisik lu sono. Yailah hiks. Engga enggaak wkwk, sini gw mau crita. Sok crita mah. Hehe. Yang jelas tapi, jan belibet. Lah emg biasanya gitu? Iya tot, lu mah suka gitu. Wkwk ya lu nya aja kaga paham, pahamin deh bntar doang. Si monyet ._.

Eh hai hehe maap maap, nggak sih nggk lagi seneng banget. Cuman.. yah begitulah, bertemu di suatu titik di kehidupan yang menawarkan kesannya. Wkwk bingung ya? Iya sama yg nulis aja bingung ._.

Kelabu itu sempat hilang, lalu muncul lagi. Bahkan lebih pekat dari sebelumnya. Tapi apalah, hujan menghapusnya, hujan senyummu, menghapusnya, menggantikannya dengan warna. Ah bingung.

Semua tau, dunia penuh warna, berjuta juta warna. Sepertinya, tak sengaja, atau memang sudah disiapkan-Nya, merasakan dan melihat indah warna-Nya, lewat rasa yang diturunkan, tulus menuju kalbu yang sempat senja. Ah bingung.
Tetaplah dengan apa yang kau pijak saat ini. Percayalah, tak terasa memang, melihat mu tegar, sungguh bangga hati ini. Hati ini, mengharapmu sebagai yang disiapkan, untuk nanti, untuk hati.

4/27/2017

Tugas Mata Kuliah Etika Profesi : Pelanggaran Etika Profesi

Contoh 1 : Penipuan Via Phone Banking Raup 30 M

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

Jakarta – Satu lagi penipuan dengan memanfaatkan kemajuan perbankan terungkap. Pelaku menjerat korban menggunakan SMS dan phone banking dengan kedok undian berhadiah. 3000 0rnag menjadi korban dan kerugian mencapai Rp 30 miliar.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kompol Adex Yudiswan, di Polres Jakarta Utara mengungkapkan penipuan dan pencucian uang dengan menggunakan teknologi perbankan yaitu dengan modus email banking dan phone banking pada para korban

5 tersangka yang di tangkap yakni Doni Saputra (23), Arya Kamandanu (20), Yandri (27), Telet (29) dan Amir (15). Mereka ditangkap  di Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Januari 2010.

Adex mengatakan, pelaku memulai aksinya dengan mengirim SMS ke korban dengan tulisan undian berhadiah. Korban selanjutnya di pandu ke ATM. Korban dipandu untuk mendaftarkan diri agar bias transaksi dengan SMS atau phone banking lewat ATM.

Modusnya yaitu jika korban telah mendapat PIN dari SMS dan phone banking, maka pelaku minta PIN tersebut dengan dalih akan mentransfer dana atau hadiah ke rekening korban. Namun bukan hadiah yang dikirim, melainkan dana nasabah yang di sedot.

Diperkirakan 3.000 orang telah menjadi korban penipuan ini dengan rata-rata pengambilan dana yang dilakukan pelaku Rp 1 juta hingga 10 juta. Korban berasal dari Pulau Jawa dan luar pulau seperti Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.

Pelaku yang beroperasi dari tahun 2007 hingga tahun 2009 diperkirakan meraup keuntungan hingga Rp 300 miliar

Contoh 2 : Cyber Crime Serang Bank Mandiri, Nasabah Tetap Loyal
Mon, 19 May 2014, 6:00 PM

Seperti yang kita ketahui pekan lalu terjadi kehebohan di bank Mandiri. Nasabah boleh bernafas lega karena kesimpang-siuran informasi mengenai peretasan jaringan keamanan Bank Mandiri oleh pelaku cyber crime akhirnya menjadi jelas setelah pihak kepolisian mengungkapkan kebenaran peristiwa tersebut. Seperti disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, bahwa benar adanya uang nasabah Bank Mandiri sebesar Rp. 21 miliar telah dicuri.

Pelaku cyber crime tersebut dilakukan oleh warga Malaysia. Dalam acara “Focus Group Discussion mengenai Kejahatan Perbankan Berbasis Teknologi Informasi: Strategi dan Penanganannya,” di Jakarta, Sutarman mengharapkan bank-bank di Indonesia untuk selalu berhati-hati terhadap Teknologi Informasi. Untuk itu perbankan harus melakukan update terkait pengamanan jaringan terkait keamanan perbankan.

Kasus yang terjadi ini tentu memberikan dampak psikologis yang cukup tinggi terhadap para nasabah bank Mandiri, terutama mereka yang notabene nya adalah nasabah besar. Meskipun nantinya pihak bank dapat mengembalikan sejumlah uang nasabah yang hilang tersebut, nilai kepercayaan masyarakat yang tidak dapat diukur dengan angkat sudah pasti menurun dan mempertanyakan kecanggihan teknologi bank tersebut.

Bukan tidak mungkin dengan terjadinya kasus ini akhirnya banyak nasabah Bank Mandiri yang memindahkan aset mereka ke bank  lain dan hal ini bisa berdampak buruk bagi internal bank sendiri


2/10/2017

Rintihan dalam Idung

Hai.. hehe udah lama yah.. Iyah nih gus, kangen. Elah sok-sok an kangen lu upil. Dih yaudah si. Eh iya iyaaa wkwk ngambek. Banyak yang terjadi yah gus akhir-akhir ini. Iya nih, banyakkk bangett. Keliatan sih.. Apanya? Muke lu kek penuh beban gitu wkwk. Anjrit..

Yah fak, gimana nggak coba. Ini lagi dalam keadaan yang sangat tidak mengenakkan, serius. Kebayang-bayang.. ah sudahlah. Menunggu waktu, hanya tinggal menunggu waktu. Tapi entah kenapa kok malah berasa diundur-undur, apa mungkin memang tidak perlu. Yah siapa yang percaya dengan pertanda bukan?

Hanya bisa merintih tapi nggak bersuara, sedih tapi nggak keliatan, yaudah datar ajasih. Sampe orang-orang sekitar kena imbasnya. Maaff banget, beneran nggak bermaksud. Ada keadaan yang nggak bisa dijelaskan dengan mudahnya. Bukan soal keadaannya, tapi entahlah, mungkin karena bagaimana penjelasan itu bisa diterima, atau hanya akan dianggap sebagai alasan, bahkan bualan. Terserah..
Ngomong apasih gus?
Bangsat lu..
Wkwk nggak-nggak, gw ngerti kok.
Okesip.

Ngerasa bener-bener putus asa, tapi mulai ikhlas. Ntah akan diapakan aku nanti. Dramatis banget kan ya? Emang wkwk, tapi hadir sesuatu seperti ini..

Jangan jadi menyebalkan. Merasa menjadi paling susah dan teraniaya di dunia. Hidup ga semenyedihkan itu. Ada banyak orang di luar sana yg hidupnya ga seberuntung kamu. Jangan manja. Karena bahagia atau tidaknya hidupmu, kamu yang menentukan. Bersabar menghadapi masalah atau mengutuknya. Bersyukur akan hidupmu atau membencinya.

Fak, bagus banget kaaan. Yah terbbuka dikit mata ini abis baca gituan. Hati ini juga, udah ikhlas aja. Ya memang nggak segampang quote di atas, karena tidak sepenuhnya benar kata ‘kamu yang menentukan’. Tau sendiri lah, orang-orang di sekitar, orang yang nggk dikenal, orang yang kita kenal, bahkan orang-tua sekalipun, sedikit banyak akan mempengaruhi. Tapi sedikit juga benar nya ‘kamu yang menentukan’, karena memang kita menentukan apakah akan terpengaruh oleh semua itu, atau terus acuh menentukan hidup ini sendiri.
Meski sedikit, aku merasa kerinduan yang datang untukku. Aku akan berjuang untuk itu, walau hanya akan jadi rindu yang bahkan perindunya tak pernah tau.
Syalalalalala~

1/07/2017

Let Rain Fill Your Glass

Fak fak, ketik apus ketik apus, kapan post nye lu anying..
Yah wkww beginilah, kalo nggak salah udah 3 draft yang ane ketik. Tiga-tiganya beda tema, tapi apalah berakhir oleh tombol delete. Trus sekarang mau ngomongin apa, Gus? Jangan tanya elah, ngeselin amat.

Yayaya harus semangat ngetik, semangat semangat hap hap hap. Kira kira begitulah ucapan seseorang untuk menyemangati seseorang yang lainnya haha. Nggak terlalu bersemangat hari ini, tapi nggak terlalu lemes juga. Ada baik, ada buruk, seperti biasa, ada kamu ada aku, yah begitulah..
Baiknya Gus? Ntaran aja, buruknya dulu aja. Yaudah, buruknya apa Gus? Duh jaadi males kalo mikirin yang buruk mah. BODOAMAT Gus. Wkwk..

Kemarin sempet hujan, setelah lutut menyentuh lantai, tangan menengadah, hujan itu turun. Merasa sangat tertekan, seperti kehilangan STNK yang padahal sebelumnya dimainkan. Bodoh, iya bodoh. Tapi apalah, manusia, hanya itu pembelaannya. Sekilas terbayang seorang wanita menunggu di rumah, dengan lelah, tapi masih tetap menunggu. Entahlah, hujan itu turun.

Ada satu hal lagi yang buruk teman-teman. Apa itu, Gus? Seriusan tapi ya? Iya serius. Ini soal ujian yang nggak mampu terselesaikan dengan baik. Hah! Tauk ah anying.. Gimana ceritanya sih bisa salah gitu, nggak habis pikir duh. Bego bego bego bego bego bego bego. Entahlah, hujan itu turun.

Dari dua masalah, itu, yakinlah, hanya kamu yang paham wkwk. Gimana lagi, cuman kamu yang tau.
Hujan itu turun. Terlihat seseorang dengan gelas ditangannya. Gelas yang setengah penuh, ia tutupi dengan hati hati. Ia mencoba merasakan hujan itu, ternyata bukan itu yang ia butuhkan. Ia berlalu, membiarkan gelasnya setengah penuh. Ia berteduh, menanti hujan lain yang mungkin bisa mengisi gelasnya.

Hujan itu turun. Pertanda rindu. Setiap tetesnya mewakili rindu yang tak mungkin terucap. Lalu mengapa kau berteduh, sementara rindu yang diwakilkan oleh hujan itu, ingin menyapamu. Hujan yang lain adalah ungkapan rindu yang lain, dari orang yang sama. Saat kau menanti hujan yang lain, nantikanlah, mungkin di rindu yang lain, gelasmu akan terisi penuh.


Hapus.. hapus.. hapus.. hapus.. hapus.. hapus.. eksplisit banget ini mah.. hapus..
Bodo amat..

12/24/2016

Pagi-pagi, Selamat Pagi!

Fak wkwk apasih gus? Nggaak, eh ndaaak ndak apaa wkwk ...
Pagi gaes, jarang jarang nih ane ngetik ginian pagi pagi, biasanya juga tengah malem waktu yang lain nikmat dengan kenikmatannya, ane malah ngetik haha. Fak! Apalagi sih gus? Enddaaak wkwk pengen aja ngomong gitu pagi pagi, siapa tau, eh ndak jadi deh.

Pagi ini mau ngapain gus? Ndak tau wkwk, tugas numpuk, keinginan numpuk, Low Prio numpuk, anzeeeng. Om telolet om.. biar ngehits ini blog wkwk. Ane masih ndak tau mau nulis apa dan apa esensi nulis ini dengan kegundahan yang terasa sekarang ini. Fak lah wkwk.
*merenung*

Ha.. ane galau ternyata hahaha. BODOAMAT lah, tapi beneran ane galau sekarang. Sebenarnya banyaak sekali yang pengen ane tulis, tapi apadaya tangan tak sanggup, hati tak mau, pikiran tak ingin. Ane mau ceritain temen ane ajadeh..

Jadi gini, sebut saja Popong. Wkwk popong lagi, biarin ah suka suka gw fak.
Popong ini baru aja pisah ama pacarnya, eh ndak tau sih pisah atau nggak, yang jelas dia ngerasa udah ndak sanggup lagi buat ngejalanin hubungan mereka. Lebih jelasnya tanyain sendiri deh. Nah singkat cerita popong galau, trus udah deh. Wkwkw BODOAMAT, astagaaa kenapa ane sableng bener pagi ini yak.

Yasudalah, terakhir aja dari ane. Seseorang akan merasa sangat tertekan apabila bertemu dengan orang lain yang bisa disebut lebih hebat dalam segala hal dibanding dirinya. Apalagi saat orang itu berada di jalur yang sama dengannya, dia akan merasakan tekanan yang luar biasa hebat. Seseorang yang merasa kurang ini hanya memiliki dua pilihan, tetap maju dengan orang itu atau membalikkan badan dan pergi seperti pecundang. Sayangnya tak banyak yang bisa dilakukannya, itupun karena apa yang dituju dalam jalur itu pun terasa kabur, terasa jauh, dengan kemampuannya saat ini. Benar benar tidak ada yang bisa dilakukannya selain menikmati perjalanannya, meski ia tau orang lain sudah mulai berlari. Apalah arti semangat saat seseorang sendiri tidak bisa memacu dirinya untuk bangkit.

Dia akan berkata, “Aku bisa apa, aku tak bisa seperti dirinya. Bahkan aku takut untuk menjadi lebih baik. Aku hanya bisa termenung dan melihatnya berlari mengejarmu. Entahlah aku mungkin hanya berharap bahwa tujuanku yang datang kepadaku. Mungkin aku bodoh, tidak, memang aku bodoh. Tapi satu hal yang bisa kau perhitungkan atas diriku, aku ingin belajar, meski aku takut bahkan dengan belajar aku tidak bisa lebih baik dari ini.”

Ngomong apasih guaaaa tai tai, hah. Udahlah, selamat pagi, selamat beraktivitas, semoga selamat sampai akhirat. Seseorang yang merasa tidak bisa apa-apa, tidak selamanya tidak bisa apa-apa. Itu aja sih, hehe have a nice day gaes..

12/18/2016

Light Up the Dark

Yah, sudah selarut ini. Sudah setengah 4 rupanya, dan aku masih terjaga di sini, ditemani mas Rudi yang nampak bingung dengan tugasnya hahahaha. Tugasku? Tenang, aku bisa mengalokasikannya lain waktu, yah lain waktu wkwk.If U cant hang dari sleeping with sirens menemani malam ini. 3:29 sudah mulai menusuk badan ini, mata ini, hidung ini, hati ini..

Sejenak aku rubah posisi dudukku agar tak merasakan pegal. Yah pusing meski hanya sedikit, tapi tak akan menghalangiku menceritakan sesuatu yang mengusik hatiku beberapa jam ini hahaha. Seperti biasa, kuharap kalian tidak akan menyesal setelah membacanya, dan tidak merasa menit menit kalian hilang hanya karena tulisan ini hehe.

Oh aku mimisan? Bukan ternyata hanya ingus biasa hehe. Akan sangat dramatis apabila aku benar benar mimisan.

Baiklah, malam ini, hari ini, Indonesia kalah di finalnya yang kesekian kalinya. Ntah ini seperti peringatan atau apa, tapi aku menganggapnya seperti permulaan dari kejadian kejadian yang tidak mengenakkan kedepannya. Hmm, bagai mana tidak, sekarang, saati ini, detik ini, aku begitu terusik, terusik, terusik, ah fuck. Berulang kali aku mengatakan hal hal kotor, tapi tak juga menyembuhkan. Sejenak aku mengambil air dan meletakkan lututku, yah sedikit tenang kali ini. Kulihat handphone ku, yah sedikit terbakar lagi namun tak seperti tadi.

Sepertinya kalian benar-benar bisa menebak apa yang aku rasakan. Dan sepertinya tulisan ini menandakan menyerahnya-aku-atas-semuanya, hahaha semuanya, khususnya masalahku dengan mu.
Abstrak mungkin yang cocok disematkan pada hatiku kali ini. Hah.. Fakkkk. Apa yang harus kulakukan jika kalian berada di poosisiku. Mengatakan kalau aku terusik? Meminta teman agar memberitahu bahwa aku terusik? Haha terserah kalian saja :')

Yah mas Rudi benar benar sudah menyerah dengan tugasnya, sepertinya aku pun begitu. Satu hal yang pasti, nyaman dengan perasaan aneh seperti ini merupakan sebuah ketidak-laziman. Ntah lah haha, mungkin sepatah dua patah kata akan mengubah segalanya.
I wanna stand in a crowded room, screaming the voice they cant ignore. While everyone is sleepin, I'm wide awake. Cz hearts are only open when they break.
Semoga hari kalian menyenangkan teman-teman :)

12/08/2016

Kaukah itu?

pisau yang tak pernah diasah, bahkan dipakai, bisa menjadi pisau yang sangat tumpul, tak berguna. beginilah keadaanku, lama sekali berada di zona nyaman hingga tak ada hal mengusik yg perlu ditulis. rasanya, ingin sekali merasakan semua itu, lagi.

jika kalian melihat tulisan ini, berarti aku sedang terusik. yah banyak yang terjadi. aku hanya akan menceritakan beberapa, karena dg keterbatasan ku tak mungkin aku bisa menceritakan semuanya. atau mungkin hanya satu yang akan aku ceritakan. atau bahkan cerita kali ini hanya cerita yang tak dapat dimengerti. biarlah, aku hanya ingin menulisnya. saat aku menulis 'ini', aku sudah selesai menulisnya.

malam ini, dengan sadar aku merasakan perbedaan. hatiku masih tetap diam, namun tak seperti biasanya, dia merasa dalam diam. dia rindu. padahal dia tidak sadar atas dirinya dan atas siapa yang dirindukan. dia hanya merasa rindu, dan itu terasa sekali padaku.

kita tak banyak bicara, tak banyak mengungkapkan apa apa, hanya saja aku.. aku sudag terlanjur disana, di lubang hitam yang sepertinya tak berdasar. aku menikmati kejatuhanku. dalam benakku berharap bahwa akan ada yang menangkapku. setidaknya melihatku mati di dasar sana.

kita tak banyak bicara, tak banyak mengungkapkan apa apa, hanya saja aku... merindukannya. aku merasa harus berterimakasih kepada keadaan yg seharusnya salah, namun berkat itu aku merasakan perasaan ini. sedikit ngilu dibagian dada, ntahlah aku hanya tersenyum sesekali karenanya.

untuk pemilik hati yang disana, mungkin kau mengenalku, tenang saja aku tak apa. aku tau kau melihatku jatuh di lubang itu. sungguh aku tak apa. tenangkan dirimu, anggap saja kau diberi sedikit pemanis dalam hidupmu, pemanis yang mungkin membuatmu sedikit bingung menanggapinya. tenang saja, aku di sini baik baik saja. aku hanya akan merusakmu jika kau menerimaku. teruskanlah apa yang sudsh digariskan untukmu, mungkin garisku menyenggol garismu, tapi sungguh tak ada niatan aku mengganggumu, meski kunikmati psrtemuan garis kita. entah selanjutnya garis ini akan berjalan bersama, atau garisku hanya akan mendampingimu dari belakang, melihat milikmu yang berjalan. biar waktu yang menjawab~

6/26/2016

Aku adalah Kertas

Hmm baiklah aku kembali dari hibernasi-menulis-panjang-ku. ku harap kalian memahaminya, saat aku mulai menulis, ada sedikit rasa sakit yang tak tertahan. entah sepertinya menulis menjadi, setidaknya penghibur, namun tak sampai mengobati. jika aku tak juga sembuh dari rasa sakit yang sedikit itu, entah lah haha aku hanya akan menahannya mungkin. lagipula tak akan ada yang tau, bahkan penyebab rasa sakit itu pun sepertinya tak tahu. atau tak mau tahu?  entahlah.
kali ini aku sepertinya tak akan banyak mengutarakannya, jujur sebenarnya aku tak ingin. entah apa ini, muak mungkin. entahlah.

aku adalah kertas yang masih bersih. aku tak ingin kotor oleh bolpen, pensil, krayon, aku akan tetap menjaga diriku agar tetap bersih. aku hanya akan bersedia, bahkan dengan senang hati ditulis oleh mu. teringat dahulu kita, maksudku kau, dengan riang menggambar, menulis, semua nya kau lakukan diatas ku. aku menjadi karya kehidupanmu, yang berisi setiap apa yang kau rasa. kau melukisku dengan indah, kau menulisku dengan indah pula, bahkan coretan yang kau buat padaku kala itu, menurutku adalah yang terindah. kau begitu riang melihatku penuh coretanmu. aku pun suka hal itu, sangat suka.

aku adalah kertas yang masih bersih. aku akan tetapi berusaha agar tetap bersih dari apapun selain dirimu. dimana kau sekarang? tidakkah kau melihatku merindukanmu? aku masih bersih disini, apa kau bosan? apa kau jenuh? kulihat kau menjadi seseoranh yang lebih hebat dari seniman, lebih hebat dari pujangga, tapi aku merasa kau semakin jauh dariku. 

aku adalah kertas yang masih bersih. aku akan tetap berusaha agar tetap putih dan menunggumu kembali seperti dulu. usahaku agar tetap putih, nyatanya perlahan merusakku. benar aku tak kotor oleh bolpen, pensil, krayon, tapi aku kini kusam, aku kini lecek, bahkan robek. sedemikian buruk kah yang kudapatkan demi menunggumu? entahlah.
Aku, adalah orang yang merindukan engkau yang dahulu.

10/10/2015

Bolpen : Udah

Hai hai... sekarang tiap mau ngapa-ngapain sama laptop, liatnya ke samping mulu. Kadang leher suka sakit hufet, nulisnya kemana liatnya kemana. Haah dikit curhat tuh, ciyee ane curhatin ciyee wkwk. Tiap orang yang ane curhatin itu selalu punya posisi di benak ini, cowok pun, iya cowok :3 wkwk nggaaak buset. Ciye kalian ane curhatin nih, berarti kalian adalah orang orang penting di sini iya disini. Kalian loh ya, bukan kamu :p wkwk iya kamu juga deh

Hari ini mau ngomongin apa gus?

Serius nanya gituan? Ga salah? Wkwk gatauuu mau ngomongin apa dan besok besok jangan tanya gitu lagi, nggaenak mau jawabnya.

Hari ini bolpen ane ilang di kelas, ntah jatuh atau lupa atau bahkan emang sengaja jatuhin. Sengaja jatuhin..krik..krik.. orang bego mana yang sengaja jatuhin bolpennya, kecuali di sinetron sinetron biar ada yang bantuin trus ada tangan yang nggak sengaja bertemu lalu timbul cinta di antara mereka. Basi..

Bolpen ya.. Bolpen yang menemani tangan ini, bahkan membantu tangan ini menuliskan cerita-cerita tentang semuanya, pelajaran, kisah, kehidupan, bahkan kisah pelajaran hidup di secarik kertas yang sejatinya putih bersih menjadi indah bukan karena keindahan bentuk, namun keindahan isi dan makna.

Lancar sekali, bahkan terkesan bolpen dan tangan ini saling mendukung untuk menciptakan sebuah maha karya kehidupan yang disebut kenangan.

Kok macet? Ah abis kali. Kocok kocok kocok.. bisa nih.. loh kok macet lagi.. ah ganti ah. Gilak wkwk ambigu banget kan.

Tangan ini sudah lama tak menjumpai bolpennya. Ah disana, bolpen yang macet, tangan berusaha meraih. Sudah menunggu secarik kertas yang nampaknya tertumpah minyak diatasnya. Bolpen yang sempat macet, kertas yang tertumpah minyak. Kertas ini sepertinya tidak bisa di isi dengan tulisan dari bolpen. Dengan begini, masih buram apakah bolpen ini masih macet, atau bolpen ini sudah ‘kembali lagi’ namun kertas yang ingin ditulisnya masih kotor terkena minyak. Jemari ini ingin menari bersama bolpen yang mau menemani untuk menulis kisah indah lainnya, kisah indah yang belum terpenuhi.

Dan bolpenku ilang..