6/26/2016

Aku adalah Kertas

Hmm baiklah aku kembali dari hibernasi-menulis-panjang-ku. ku harap kalian memahaminya, saat aku mulai menulis, ada sedikit rasa sakit yang tak tertahan. entah sepertinya menulis menjadi, setidaknya penghibur, namun tak sampai mengobati. jika aku tak juga sembuh dari rasa sakit yang sedikit itu, entah lah haha aku hanya akan menahannya mungkin. lagipula tak akan ada yang tau, bahkan penyebab rasa sakit itu pun sepertinya tak tahu. atau tak mau tahu?  entahlah.
kali ini aku sepertinya tak akan banyak mengutarakannya, jujur sebenarnya aku tak ingin. entah apa ini, muak mungkin. entahlah.

aku adalah kertas yang masih bersih. aku tak ingin kotor oleh bolpen, pensil, krayon, aku akan tetap menjaga diriku agar tetap bersih. aku hanya akan bersedia, bahkan dengan senang hati ditulis oleh mu. teringat dahulu kita, maksudku kau, dengan riang menggambar, menulis, semua nya kau lakukan diatas ku. aku menjadi karya kehidupanmu, yang berisi setiap apa yang kau rasa. kau melukisku dengan indah, kau menulisku dengan indah pula, bahkan coretan yang kau buat padaku kala itu, menurutku adalah yang terindah. kau begitu riang melihatku penuh coretanmu. aku pun suka hal itu, sangat suka.

aku adalah kertas yang masih bersih. aku akan tetapi berusaha agar tetap bersih dari apapun selain dirimu. dimana kau sekarang? tidakkah kau melihatku merindukanmu? aku masih bersih disini, apa kau bosan? apa kau jenuh? kulihat kau menjadi seseoranh yang lebih hebat dari seniman, lebih hebat dari pujangga, tapi aku merasa kau semakin jauh dariku. 

aku adalah kertas yang masih bersih. aku akan tetap berusaha agar tetap putih dan menunggumu kembali seperti dulu. usahaku agar tetap putih, nyatanya perlahan merusakku. benar aku tak kotor oleh bolpen, pensil, krayon, tapi aku kini kusam, aku kini lecek, bahkan robek. sedemikian buruk kah yang kudapatkan demi menunggumu? entahlah.
Aku, adalah orang yang merindukan engkau yang dahulu.

10/10/2015

Bolpen : Udah

Hai hai... sekarang tiap mau ngapa-ngapain sama laptop, liatnya ke samping mulu. Kadang leher suka sakit hufet, nulisnya kemana liatnya kemana. Haah dikit curhat tuh, ciyee ane curhatin ciyee wkwk. Tiap orang yang ane curhatin itu selalu punya posisi di benak ini, cowok pun, iya cowok :3 wkwk nggaaak buset. Ciye kalian ane curhatin nih, berarti kalian adalah orang orang penting di sini iya disini. Kalian loh ya, bukan kamu :p wkwk iya kamu juga deh

Hari ini mau ngomongin apa gus?

Serius nanya gituan? Ga salah? Wkwk gatauuu mau ngomongin apa dan besok besok jangan tanya gitu lagi, nggaenak mau jawabnya.

Hari ini bolpen ane ilang di kelas, ntah jatuh atau lupa atau bahkan emang sengaja jatuhin. Sengaja jatuhin..krik..krik.. orang bego mana yang sengaja jatuhin bolpennya, kecuali di sinetron sinetron biar ada yang bantuin trus ada tangan yang nggak sengaja bertemu lalu timbul cinta di antara mereka. Basi..

Bolpen ya.. Bolpen yang menemani tangan ini, bahkan membantu tangan ini menuliskan cerita-cerita tentang semuanya, pelajaran, kisah, kehidupan, bahkan kisah pelajaran hidup di secarik kertas yang sejatinya putih bersih menjadi indah bukan karena keindahan bentuk, namun keindahan isi dan makna.

Lancar sekali, bahkan terkesan bolpen dan tangan ini saling mendukung untuk menciptakan sebuah maha karya kehidupan yang disebut kenangan.

Kok macet? Ah abis kali. Kocok kocok kocok.. bisa nih.. loh kok macet lagi.. ah ganti ah. Gilak wkwk ambigu banget kan.

Tangan ini sudah lama tak menjumpai bolpennya. Ah disana, bolpen yang macet, tangan berusaha meraih. Sudah menunggu secarik kertas yang nampaknya tertumpah minyak diatasnya. Bolpen yang sempat macet, kertas yang tertumpah minyak. Kertas ini sepertinya tidak bisa di isi dengan tulisan dari bolpen. Dengan begini, masih buram apakah bolpen ini masih macet, atau bolpen ini sudah ‘kembali lagi’ namun kertas yang ingin ditulisnya masih kotor terkena minyak. Jemari ini ingin menari bersama bolpen yang mau menemani untuk menulis kisah indah lainnya, kisah indah yang belum terpenuhi.

Dan bolpenku ilang..

10/07/2015

Jenis Penelitian

1. Berdasarkan Penggunaan Hasil 

Menurut Slamet (2003:3), penelitian berdasarkan penggunaan hasil/pemakaiannya dibedakan menjadi penelitian murni dan terapan.

a. Penelitian Murni

Penelitian murni menjelaskan pengetahuan yang amat mendasar mengenai dunia sosial. [1]

Dengan demikian, penelitian murni merupakan penelitian yang menghasilkan sesuatu yang mendukung teori yang menjelaskan bagaimana dan apa yang menjadi sebab sebuah peristiwa terjadi. Dengan demikian hasil dari penelitian ini memberikan pengetahuan dasar yang baru mengenai suatu permasalahan.

b. Penelitian Terapan

Penelitian yang bersifat pragmatis serta berorientasi pada perubahan serta mencoba untuk menyelesaikan masalah tertentu secara spesifik. [2]

Penelitian terapan menghasilkan suatu metode pemecahan terhadap suatu permasalahan yang nantinya bisa diaplikasikan dalam menghadapi masalah yang diteliti di waktu yang berbeda.



2. Berdasarkan Tujuan
Menurut Slamet (2003:3), penelitian berdasarkan tujuannya dibedakan menjadi tiga, yakni penelitian eksplorasi, pengembangan dan verifikasi.

a. Penelitian Eksplorasi

Penelitian yang mencari sebab akibat permasalahan dan maslah tersebut belum pernah terjadi, sehingga peneliti bertindak dalam suasana kegelapan, namun berusaha untuk menemukan permasalahan yang sedang atau akan diteliti.[3]

Dengan demikian penelitian ini merupakan jalan bagi penelitian selanjutnya yang akan dilakukan untuk menghadapi suatu masalah yang sama.

b. Penelitian Pengembangan

Bertujuan untuk mengembangkan hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, baik pengembangan ilmu murni maupun untuk terapan.[4]

c. Penelitian Verifikasi

Penelitian yang bermaksud mengulangi penelitian dengan maslah dan obyek yang sama, dengan tujuan mengoreksi penelitian sebelumnya.[5]

Dengan demikian penelitian ini dapat menghasilkan sesuatu yang memperkuat, melemahkan atau bahkan membantah hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.



3. Berdasarkan Bidang Ilmu

Menurut Prof. Dr. Suharismi Arikunto, ragam penelitian ditinjau dari bidang ilmu antara lain penelitian terhadap pendidikan, ekonomi, kesehatan, keteknikan, ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan dan lain sebagainya (Arikunto, 2006: 9).[6]

4. Berdasarkan Tempat Penelitian


Menurut Slamet (2003:3), tempat yang dikategorikan sebagai tempat yang seringkali digunakan hingga menimbulkan kategori tersendiri dalam bentuk penelitian berdasarkan tempat adalah perpustakaan dan laboratorium, hingga terjun langsung ke lapangan atau disebut juga penelitian kancah.

a. Penelitian perpustakaan

Penelitian yang dilakukan di ruang perpustakaan dengan berbagai literature atau yang disebut dengan penelitian literatur.[7]

Artinya, penelitian ini dilakukan berdasarkan tulisan dan pendapat dari para ahli yang tertulis pada literatur yang dijadikan sebagai rujukan dalam memecahkan masalah sehingga diperoleh kesimpulan atau pendapat baru sebagai hasil dari penelitian.

b. Penelitian laboratorium

Penelitian yang dilakukan di laboratorium dengan menggunakan eksperimen-eksperimen biasa sering digunakanoleh orang-orang eksakta.[8]

c. Penelitian kancah

Penelitian yang berhubungan dengan masyarakat tentang manusia dimana persoalan atau permasalahan tidak kunjung selesai.[9]

Dengan demikian, penelitian akan mendapatkan data langsung dari lapangan.



5. Berdasarkan Pendekatan

Menurut Slamet (2003:3), penggolongan penelitian berdasarkan pendekatannya begitu bervariasi. Ini sejalan dengan bagitu banyaknya pendekatan yang dilakukan oleh peneliti untuk mendalami masalah yang di teliti. Jenis penelitian berdasarkan pendekatannya terbagi atas Penelitian cross sectional, Penelitian longitudinal /time series, Penelitian studi kasus, Penelitian Grounded, Penelitian survey, Penelitian assessment, Penelitian evaluasi dan Penelitian aksi.

a. Penelitian cross sectional

Penelitian yang mengambil satu bagian dari gejala (populasi) pada satu waktu tertentu. Penelitian ini biasanya merupakan penelitian yang mudah dan berbiaya murah.[10]

b. Penelitian longitudinal /time series

Penelitian yang dilakukan pengamatan-pengamatan yang berkaitan dengan satu fenomena sosial –informasi-informasi mengenai masyarakat atau unit penelitian lain dalam durasi waktu tertentu yang dilakukan lebih dari sekali. Penelitian ini lebih kompleks dan memerlukan biaya lebih banyak dibandingkan dengan cross sectional.[11]

c. Penelitian studi kasus

Penelitian ini bersifat mendalam dengan penekanan pada kasus-kasus yang spesifik yang terjadi pada satu rentang waktu yang ketat.[12]

Dengan demikian penelitian in iakan menghasilkan sesuatu yang bisa menjadi rujukan untuk menyelesaikan sebuah kasus. Hasil dari penelitian ini juga bisa digunakan untuk pembanding antara teori dan prakteknya dalam menyelesaikan kasus itu sendiri.

d. Penelitian Grounded

Suatu metode penelitian yang mendasarkan diri kepada fakta dan menggunakan analisa perbandingan bertujuan untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori dimana pengumpulan data dan analisa data berjalan pada waktu yang bersamaan.[13]

e. Penelitian survey

Penelitian yang menggunakan narasumber dan sesi wawancara ataupun pengisian kuisioner menggunakan pertanyaan secara tertulis. Narasumber yang digunakan merupakan sampel, sehingga nantinya akan bisa ditarik kesimpulan yang mengarah ke semua orang secara garis besar.

f. Penelitian assessment

Penelitian ini dalam kasus-kasus management atau ekonomi digunakan untuk penilaian suatu proyek dimulai sampai akhir proyek, sehingga kredibilitas peneliti sangat diutamakan.[14]

g. Penelitian evaluasi

Penelitian evaluasi yaitu penelitian yang dilakukan sebagai bagian dari proses pembuatan keputusan, penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan suatu kejadian kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan.[15]

h. Penelitian aksi/tindakan

Penelitian tindakan bertujuan mengembangkan keterampilan-keterampilan atau cara pendekatan baru dan untuk memecakan masalah dengan penerapan lansung di dunia kerja atau dunia actual yang lain.[16] 



6. Berdasarkan Taraf penelitian

Menurut Slamet (2003:3), penelitian berdasarkan taraf penelitiannya terbagi atas penelitian deskriptif dan eksplanasi.

a. Penelitian deskriptif

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang memiliki tujuan menyajikan gambaran yang lengkap mengenai setting sosial dan hubungan-hubungan yang terdapat dalam penelitian.[17]

b. Penelitian eksplanasi

Penelitian Eksplanasi merupakan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sebuah fenomena sosial terjadi.[18]



7. Berdasarkan metode

Penelitian berdasarkan metode dibagi menjadi empat jenis yakni penelitian historis, filosofis, observasional dan eksperimental.

a. Penelitian historis

Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau itu.[19]

Penelitian semacam ini biasanya menggunakan arsip, catatan, serta dokumen lainnya yang berhubungan dengan masa lalu.

b. Penelitian filosofis

Penelitian filosofis adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki secara rasional melalui perenungan/pemikiran yang terarah, mendalam dan mendasar tentang hakikat sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, baik dengan mempergunakan pola berpipkir aliran filsafat tertentu maupun dalam bentuk analisa sistematik berdasarkan pola berpikir induktif, deduktif, fenomenologis dan lain-lain dan dengan memperhatikan hukum-hukkum berpikir logika.[20]

c. Penelitian observasional

Penelitin yang bertujuan untuk mengamati dan mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi dalam (pada) fenomena natural ataupun sosial, yang terjadi dalam tingkatan waktu tertentu, dan tidak dapat dikendalikan oleh si peneliti, seperti perubahan iklim, pergerakan binatang, pencemaran lingkungan, perubahan perilaku masyarakat, kriminalitas, dsb.[21]

d. Penelitian eksperimental

Penelitian yang dilakukan dengan menciptakan fenomena pada kondisi terkendali.[22] 



8. Berdasarkan waktu

Berdasarkan waktu, penelitian dibagi menjadi dua yakni penelitian satu waktu dan penelitian antar waktu.

a. Penelitian satu waktu

Penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan dalam satu waktu tertentu. Penelitian ini hanya digunakan dalam waktu yang tertentu, dan tidak akan dilakukan penelitian lain di waktu yang berbeda untuk diperbandingkan.[23]

b. Penelitian antar waktu

Penelitian jenis ini dilakukan antarwaktu. Dengan demikian, setidaknya terdapat dua kali penelitian dengan topik dan gejala yang sama, tetapi dilakukan dalam waktu yang berbeda.[24]

Penelitian antar waktu merupakan penelitian yang memang direncanakan untuk meneliti suatu masalah secara bertahap, bukan penelitian yang spontan dilakukan karena penelitian yang sebelumnya belum tuntas.







Sumber :
·          


[1] Vivix’s Blog, Sistematika Metodologi Penelitian, https://vivixtopz.wordpress.com/modul-kuliah/metodologi-penelitian/sistematika-metodologi-penelitian/ , diakses 7 Oktober 2015, jam 21.25 WIB.
[2] Ibid
[3] Ibid
[4] Ibid
[5] Ibid
[6] Rankcotto, Jenis-Jenis Penelitian Ilmiah, http://rankcotto.blogspot.co.id/2009/04/jenis-jenis-penelitian-ilmiah.html, diakses 7 Oktober 2015, Jam 21.13 WIB.
[7] Loc.cit, Vivix’s Blog, Sistematika Metodologi Penelitian, https://vivixtopz.wordpress.com/modul-kuliah/metodologi-penelitian/sistematika-metodologi-penelitian/ , diakses 7 Oktober 2015, jam 21.25 WIB.
[8] ibid
[9] Ibid
[10] Ibid
[11] Ibid
[12] Ibid
[13] Ibid
[14] Ibid
[15] Ibid
[16] Ibid
[17] Ibid
[18] Ibid
[19] I’m An Engineer, Metode Penelitian Dan Metode Pengumpulan Data, http://fitriyara.blogspot.co.id/2012/11/metode-penelitian-dan-metode.html, diakses 7 Oktober 2015, jam 21.13 WIB.
[20] Ria Laily Husna, Metode Pendekatan Daam Penelitian, http://pujanggawati.blogspot.co.id/2010/03/metode-pendekatan-dalam-penelitian.html, diakses 7 Oktober 2015, jam 21.18 WIB.
[21] Dee’ Inside, Jenis Jenis Penelitian, https://shendud.wordpress.com/pendidikan/jenis-jenis-penelitian/, diakses 7 Oktober 2015, jam 21.22 WIB.
[22] Loc.cit, I’m An Engineer, Metode Penelitian Dan Metode Pengumpulan Data, http://fitriyara.blogspot.co.id/2012/11/metode-penelitian-dan-metode.html, diakses 7 Oktober 2015, jam 21.13 WIB.

[23] Loc.cit, Rankcotto, Jenis-Jenis Penelitian Ilmiah, http://rankcotto.blogspot.co.id/2009/04/jenis-jenis-penelitian-ilmiah.html, diakses 7 Oktober 2015, Jam 21.13 WIB.
[24] Ibid

9/17/2015

Jangan Nyasar ke Sini

Kenapa semua orang sensitif banget hari ini. Yah sebenernya nggak hari ini sih, malem ini. Padahal besok udah nggak di sini lagi selama 3 hari ke depan. Ini kah ucapan selamat jalan kalian? Yasudahlah makasih :’)

Ntah mulai dari siapa, pulang petang sambutan rada kampret hari ini mewarnai. Ntah siapa yang mulai, suara keras itu muncul, bak ta*i yang terlempar ke wajah. Ta*i lain muncul, entah kenapa. Hanya satu yang sudi cebokin wajah ini dari ta*i ta*i kemarahan itu, ntah marah, ntah kawatir atau bahkan memang marah. Ah sudahlah..

Cegukan in tak ada hentinya. Capek juga lama lama. Pusing juga nih kepala. Astaga...
Entah apapun yang terjadi hari esok, semoga semua berjalan sesuai rencana tanpa hambatan. Kangen? Gausah, gaperlu. Udah cukup tau malem ini aja.

Udah yuk bubuk~

Oiya jangan pernah takut ketinggian, di bawah ada orang yang rela nangkep kalo misal jatoh. Iya sadar kan? Yaudah. Ini apaan gus? Nggaak, ini #quoteHariIni aja wkwk gapenting ya? Iya gapapa kok :’)

9/10/2015

Bah Asa : Tulisan Yang Harusnya Bertema

Hai hai.. Konbawaa.. A..anu konbawa itu bahasa Jepang yah, artinya kalo ga salah sih selamat malam, iya kalo ga salah wkwk. Maklumin laah, tau ginian cuman dari anime doang hufet T.T

Oya ini nulis sebenernya rada paksaan sih hehe, biar kesukaan untuk nulis dan berbahasanya keluar, katanya sih gitu. Kurang aja banget lu gus, dibilang paksaan lagi. Wkwk jangan ditiruu yaa teman temaan..
Oke karena ini paksaan, eh bukan, mmm suruhan, eh enggaaak, ini tugaas wkwk iyaa karena ini tugas, kali ini ane akan nulis se’nggenah’ mungkin dari biasanya. Yok..

Sebenernya ini tugasnya nulis di blog dengan tema ‘Bahasa’ dan dengan gaya terserah, suka suka elu. Ya karena ane biasanya nulis karena cuman lagi pengen aja, jadi rada gimana gitu pas dapet tugas kayak gini. Hmmm rasanya tuh kayak  “GUE MAU BAHAS APAA... BAHASA APAAA..”. Biasanya nulis juga pake bahasa yang nggak karuan. Hufet, meres otak bener nih kayaknya..
Haha yaudahlah nulis aja sambil mikir ntar juga ketemu apa yang mau ditulis.
*tik..tok..tik..tok..*
Gimana, Gus? Udah nemu? Jangan nanya deh, gue makan juga nih. Mau bahas apa iniiii, bingung kapten :’)

Bahasa tulisan ane yang acak adul seperti ini memang bukan sesuatu yang bisa untuk di tema-kan. Gimana enggak, tiap kali ane tanyain pendapat tentang tulisan di blog ke temen yang ane paksa buat baca tulisan di blog, jawaban mereka selalu salah satu di antara dua, yakni “alya” eh bukan, maksudnya “alay” kalo nggak ya “absurd”. Ga ada baik baiknya itu berdua hadeh di situ kadang saya merasa sedih.
Itu semua tidak lepas dari lingkungan sih. Eh sama bacaan yang ane baca juga sih, lhawong ane sukanya baca bacaan yang agak ‘nyeleneh’ gitu bahasanya. Maksudnya ‘nyeleneh’ masih dalam arti yang kayak lucu, absurd, aneh, dan gitu gitu lah. Nah elu bacanya gituan gus, pantesan! Udah diem deh :’)
Dan yang paling dekat memang lingkungan pada akhirnya. Ane ga mau cerita lingkungan ane yang dulu dulu amat, ane ceritanya yang baru baru ini aja. Tapi nggak baru baru juga kok. Tepatnya awal masuk sekolah menengah. Ane dapet temen yang yaah lumayan banyak laah. Tapi yang paling membekas ciyeeh... Tapi yang paling membekas cuman satu. Ane sampe bilang, “Duh sekali aja punya temen kaya gini”. Gimana engga, meski dia belum kenal banget sama ane, tapi dia udah absurd banget bahasanya kalo ngomong sama ane. Ya iyasih emang ane yang mulai, tapi kaan.... wkwk. Bayangin aja ane udah di “EE*q”-in wkwk, absurd bener kan bahasanya. Tapi karena itu, ane jadi ngerasa kaya punya temen banget yang sama gilanya dalam berbahaasa. Ya meskipun dia sekarang agak manja gitu ke ane wkwk... tenaang.. dia laki kok wkwk. Tapi asik orangnya.
Banyak banget temen yang mirip sama dia. Jadi ane pikir, sekali aja kenal sama orang kayak mereka, iyaa sekalii aja. Sekali untuk selamanya, jangan sampe kita lupa sehingga kita harus kenalan lagi untuk yang ke dua kalinya.
Udah itu aja, udah gakuat. Oya tadi sempat buka blognya bu indri di sini, widiih tulisannya vrooh, kalah jauh ane. Mungkin ane masih ancang ancang mulai, beliau udah nungguin di finish aja. Saking bedanya jauh banget..

Nggak tau mau ditempatkan di mana ini tulisan. Padahal berusaha serius eh kok balik gini lagi. Emang bahasa bisa mempengaruhi perilaku manusia. Lah hubungannya apa gus? Ga ada wkwk. Satu harapan, semoga nilainya ditambah karena ngasih link ke blognya dosen di post tugas ini wkwk.
Yasudaa, have a nice day yaaa...

8/24/2015

Permen Karet Ketidakpastian

Hidup dalam ketidak pastian memang sedikit menjengkelkan. Akan tetapi dalam beberapa masalah justru ketidak-pastian, atau bahkan ketidak tahuan akan sesuatu malah menimbulkan suatu sensasi yang mendalam bagi pelakunya, seperti menebak nebak, berdebar ketika tabakannya hampir benar, dan yang tentunya penasaran. Bagi sebagian orang yang seperti ini justru membuat mereka lebih nyaman dalam beberapa hal. Mereka begitu menikmati ketidak tahuan mereka, akan tetapi ketidak tahuan itu memberikan sesuatu yang berarti, sesuatu yang menyenangkan dan menenangkan. Mungkin ini yang menjadi salah satu dasar dalam terciptanya kalimat, ‘Ada beberapa hal yang tidak harus kamu ketahui’.

Hahaa.. nggaak bukan kok, kalimat sepanjang gitu nggak untuk ditujukan ke orang lain, berarti bukan nyindir yaa. Tapi yang merasa, maaaf banget wkwk bukan maksud menyindir seriusan deh. Itu cuman sesuatu yang terlintas di pikiran setelah melihat beberapa orang yang sebelumnya terlihat begitu cerah, akan tetapi menjadi sedikit mendung ketika ketidak tahuan nya hilang, namun bukan dalam perkara yang positif. Ketidak tahuan nya hilang dan menimbulkan sedikit rasa kaget, tentunya sedikit juga kecewa hehe.. Nah ini apa namanya kalo bukan nyindir, nyet?? Wkwk iya iyaaa duh apasih ngomong apa guaa, maafin yaah, lagi ngunyah permen karet jadi kepala rada nyut nyutan gitu, mau nulis juga rada aneh jatohnya..

Pegeel, lumayan pegeel, tapi yaudah lah hihi toh biasanya juga nggak pernah peduli sama pegel sendiri. Ini baru awal, belum besok yang harusnya menjadi awal yang sebenarnya, makin pegel daah hoff.

ane nulis makin ngaco ya? Hehe maapiiin.. habisnyaaa sih... mmm habisnya apa yaa... yaudah habisnya aja wkwk. Duh mendingan udahin aja deh sebelum makin ngaco wkwk, maaf banget beberapa menit di hidup kalian jadi ngga berguna gara gara baca beginian wkwk. Maapin yaaaa, sayaang banget deh sama kalian..

Oya hihi, jangan nyerah yaaa.. semangaat, tetep semangaat walaupun permen karet kalian sudah hambar atau bahkan mulai pahit, tambahkan satu permen karet lagi, niscaya rasanya seperti baru namun yang saat ini ukuran ekstra.. daaa~

8/10/2015

Gemes : Nulisnya Pake Notepad

hahah gendeng gemes lagi ane astagaa, apa gunanya sih sindir sindiran kek gitu. kenapa coba? apa untungnya? kalo yang disindir ngerasa trus kenapa? seneng? puas? apa gimana? buset dah, kayaknya sih emang ngerasa. gimana lo tau gus? iyalah yang disindir guaaa ancrit. seenggaknya itu yang ane rasain sih :v ane pernah bilang nggak sih, kalo ane perasaan banget orangnya, ngertian banget orangnya, dan nggak enakan banget orangnya. kayaknya sih pernah bilang meski cuman salah satu dari tiga itu. tapi yasudasi, nggak penting juga kan.
oke mau cerita apa ane tadi? tuhkan lupa. entah lupa apa emang nggak ada yang mau diceritain si wkwk..
oya soal sindir sindiran tadi, ini bukan pertama kali buat ane. ini yang ke sekian kalinya dalam perjalanan hidup ane, malah yang sebelumnya ada yang agak parah wkwk.
maaf banget lagi nggak ada waktu buat maen petak umpet status lagi kayak dulu yang doyan banget maen twitter dan ngetwit sana sini. etdah nah ini apaan gus? eh a..anu ini bukan bermaksud bales ah, i..ini cuman.. a..apayaa.. ini cuman tulisan udah itu aja.
entah sejak kapan dimulainya, tapi kayaknya sih sejak terbitan kemaren yang bahas kesalahpahaman yang bikin ane pengen ketawa guling guling sambil nangis. Ane ngerasa jahat juga udah nulis itu, apalagi nulis ini. Bodo ah..
t..tapi se eenggaknya ane nggak ngusik, ngusil dan jahilin bapak guru.
udah sampe sini aja :v kalian ngarepin tulisan yang agak 'bener' disini? maaf kalian salah haha. ini tulisan 'bodo amat' lainnya yang harusnya nggak perlu kalian nyasar di sini.
tapi seenggaknya ane mau pesen sedikit aja, ya meskipun ane suka salah juga, meskipun ane suka lupa kalo dipesenin, meskipun ane cuman makan nasi ama telor pagi ini.
kita maen umpet umpetan status kek gitu maksudnya gimana sih? biar ada yang baca trus bilang 'iya iya bener bener'? biar ada yang baca dan salah satu nya mbatin (bicara dalam hati/batin :v) 'sialan, maksudnya apa coba'? biar ada yang baca trus nanggepin sampe bikin tulisan di blognya? kalo iyasih.. yaudah ane nggak mau bilang apa apa juga selain 'gendeng'. ya coba dipikir, tulisan yang kita buat yang maksud kita jelek tapi orang nganggepnya baik (1), apa kita nggak ngerasa bersalah nyeret orang yang nganggep kita baik ke dalam suatu kejelekan dari tulisan kita. trus tulisan yang kita buat yang maksudnya emang jelek dan orang nanggepinnya jelek juga (2,3), cuman bilang 'gendeng lu' asli parah bener bikin orang sakit, marah,jengkel. manusia apa si itu namanya >.<
udaaah semoga ngerti maksud dari tulisan ini. ini tulisan jelek karena ini adalah 'jawaban' dari tulisan yang kayaknya pengen banget di jawab, biar tulisannya puas rasanya. mencoba puasin (nyenengin maksudnya :v) kehidupan yang lain kan perbuatan baik kakakakaka, ngeles aja nih ane.
Yasuda selamat berakhir pekan ya kawan kawaan, ini hari senin tapi rasanya kayak hari minggu :v *langsung dibakar massa*

8/06/2015

Gemes : Bukan Games

Mau nangis tapi sambil ketawa keraas, ah kamfret mana bisa wkwk. Tapi sangar banget ane keknya malem ini. Pagi tenang, siang tenang, sore tenang, malem? Bam, bom meledak. Eh kurang ya? Baaaaaam, nah cukup.

Malam yang aneh, ngerasa paling hina tapi seru sih udah lama nggak ngerasa kek gini, ngerasa yang seharusnya kebawa suasana yang agak sedih malah jadi gemes gini.

Seriusan gemes bangeet, pengen makan orang.

Tarik nafaaass, ketik lagi...
Anjrit masih pengen ketawa....
*Sluurrp* tarik nafaaas, yah maaf rada pilek soalnya. Pilek nih bikin ketawa ane serasa orang ketimpa bantal isi beras di bagian dada.

Tapi di balik itu semua, ah kamfret masih ketawa sendiri aja. Kayak orang gila beneran malem ini..

Yosh.. Tapi di balik itu semua, nyesek juga sih. Kenapa gus? Iya lah gimana ngga nyesek coba, mau minta pendapat soal cerita yang kebuat tanpa kesadaran seminggu lalu, eh yang dimintain pendapat malah pendapatnya rada aneh. Salah paham nih keknya, entah di ane, ataupun di tulisan ane yang bikin salah paham. Atau bahkan suasananya yang bikin salah paham. Oh bukan kok, bukan yang dimintain pendapat yang salah paham hehe. Ngomong gini karena takut sebenenrya wkwk, kan senyum lagi ane. Fiuuuh...

mau cerita apa tadi ya, tuhkan lupa.. kebanyakan ketawa ssendiri soalnya.

Oiya salah paham tadi ya. Ini sih akar masalanya gara gara ane nggak pernah punya temen yang 'bener' yang bisa diajak curhat jadinya ya ngasal aja jadinya. Atau lebih tepatnya emang beneran nggak punya temen. Ini sih salah ane yang nggak becus buat jadi masyarakat yang baik dan benar, nggak mematuhi hukum bahwa manusia adalah makhluk sosial. Sekalinya pengen jadi makhluk sosial, yaa ini jadinya. Salah Paham...

Yo malem ini agak dingin, di depan rumah ada resepsi pernikahan, di depan muka ada komputer dengan suasana yang berserakan. Sejam yang lalu hidup ane nggak ada yang aneh, tapi menginjak detikpertama setelah sejam yang lalu, semuanya berubah, berubah total. Tapi satu detik pertama setelah satu jam dari detik petama setelah sejam yang lalu, semuanya menjadi normal lagi tapi menyisakan sedikit sunek, nyesek, dan lapar.

Entah apa kejadian yang harusnya diceritakan di cerita ini boleh diceritain ato nggak, ane milih nggak karena milih mencoba untuk meninggalkan yang nggak pasti bener ato salahnya. Jadi yaaa udaah, ini tulisan aneh lainnya yang lahir dari jari jari manis ane yang dibantu sama lembutnya tombol di keyboard. Jangan marah, jangan kecewa, saya cuman pengen jadi seperti Ryugamine Mikado di Durarara yang mendirikan sebuah geng internet yang membuat hidupnya berubah total karena menemukan hal hal baru. Yap sukses buat kalian yang akan menjalani kehidupan yang baru. YOSH Era kita dimulai dari sekaraaang!! Semanggat, aduh! maaf nyamuk nih, ngerusak suasana banget...

Udah malem nih 'rek , laper tapi nggak ada makanan. Nyari nyari alasan buat tidur padahal perut laper, kagum sama diri sendiri yang bisa kayak gitu. Itu mah udah nggak jujur lagi sama perut sendiri, kan?? Iya seperti ini lah saya hihi :D

Quote di atas cuman nambah nambah aja kesannya biar banyak wleeee... Aneh ya? Iya ho'oh..

Oiyaa, maaf yaaa bila ada salah kata yang bikin nggak enak. Hujat aja nggak apa kok, Maksudnya kritik aja nggak apa kayak 'gus jangan gitu ah', 'gus jelek lo itu, ganti!', atau yang rada ekstrim 'gua cekik lo, apus nggak!!'. Hehe jangan sungkan yaaaa, ini berlaku di semua post kok. caaaaaaa~

-Makasih lo udah nyempetin buat mampir-

1/30/2015

Day I : Judgement Day

Faaak, rasanya pengen teriak. Gila hari ini berat banget, ini nafas seakan ada gombal yang menyangkut di kerongkongan.

Jumat ini benar-benar seperti mimpi, mimpi buruk. Galau, menyesal dan yang pasti malu, seakan menabrak mental yang sudah hampir roboh ini. Doa semalam, tangis semalam dan maaf yang terjadi semalam ternyata tak menghilangkan beban. Pagi ini kumis itu bergoyang dan dengan wajah yang agak menyesal keluarlah kalimat, “kembalikan orang tua” dari mulut itu.

Deg!!! Tak kuat lagi menahan kaget, bulu kuduk merinding dan mata yang mulai berari ini terbelalak. Kata-kata ini benar-benar menusuk seluruh tubh. Terlihat wajah ayah yang juga sudah mulai memucat dan mata yang berkaca-kaca. Tak nampak ayah yang kesehariannya begitu bersahaja. Benar-benar berbeda kali ini. Berkata dalam hati, ‘Ayah jangan menangis’. Dan sepertinya ayah benar-benar mendengar hati ini.

Terdengar ibu lain yang bersuara, “sementara saja, pak.” dengan logat yang sedikit kejawa-jawaan. Kami terdiam, semua orang di ruangan itu terdiam. Hingga ada suara telfon salah satu dari kami berdering, memecah keheningan. Lalu bapak berkumis tadi berbicara, “baiklah sementara. Bu, silahkan bawa mereka ke ruangan anda.” Dibawalah kami semua ke ruang ibu tadi. Di sanalah kami bersua dan akhirnya menulis surat untuk diri kami sendiri masing-masing dan bertanda tangan dilandasi materai 6000 dan semangat hidup lagi.

Di surat tertulis bahwa kami harus dimatikan aktivitasnya dari tempat yang disebut ‘Sekolah’.

Tangis semalam masih basah di ubin. Merasa benar-benar tak ada lagi arti hidup. Berharap semua akan baik-baik saja meski jiwa tak lagi ada. Aku sadar betul ini adalah teguran dari Yang Maha Kuasa. Aku, kini, benar-benar merasakan jeweran-Nya. Aku merasa begitu disayang oleh-Nya, sehingga dapat teguran langsung saat ini juga.

Maaf semalam tak mengubah apapun. Ibu yang sebelumnya begitu bangga terhadap anaknya yang bsa menyelesaikan tugas ILM-nya meski dengan terseok-seok, kini terlihat sedih dan kecewa. Sempat bentakan muncul pagi ini. Bagaimana tidak, anak yang diberinya kepercayaan justru mencoreng keluarganya sendiri di hadapan orang banyak. Anak yang dikiranya pendiam, ternyata menusuk dan melukai hatinya dengan kebodohan tajam. Anak yang dikiranya pandai, ternyata dalam menjaga nama baik keluarga ia lalai. Anak yang dikiranya alim, ternyata he did some despotism. Hah pantas saja beliau marah dan kecewa.

Aku yakin aku akan dijadikan contoh buruk produk dalam negeri, dan aku juga sangat yakin akan ada sekali kesalah pahaman di sini, di sana, di mana-mana. Bismillaah aku terima semua itu :’)

2/16/2014

Remembering Sunday

Malam itu, Nick terbangun dari mimpinya. Dengan keringat yang membasahi badannya

“Gila, mimpi apa gue tadi. ” gumam Nick.

Dengan nafas yang masih terengah-engah, Nick terduduk. Jarum jam masih menunjukkan pukul 2. Nick merasa sangat haus, ia turun dari tempat tidur dan pergi mengambil gelas lalu menuangkan air ke dalamnya. Tiga kali ia menuangkan air, tapi yang terakhir tersisa setengah gelas.

Nick berjalan menuju teras. Dia melihat sepasang sepatunya yang semalam dia pakai bekerja.

“ah sepatu ini” gumam Nick.

Sepatu itu, dia lupa memasukkannya ke dalam rumah. Nick mengambilnya dan meletakkan di rak bersama barisan sepatu dan sandal lainnya.

Nick masih di teras. Dia terduduk di kursi. Nick masih menerka apa yang dia mimpikan tadi. Dia masih berusaha, tapi masih belum mengerti. Nick mulai merasa aneh. Pikirannya melayang.

“Hari ini gak akan enak” gumam Nick.

Dia merasa hari Minggu ini tidak akan seperti biasanya.

Nick masih di teras. Mengamati sekeliling nya yang masih sepi. Hanya rumahnya yang lampunya menyala. Terkadang, Nick merinding. Namun tidak ia hiraukan. Beberapa kali Nick menguap, menunjukkan kalau ia masih mengantuk.

Angin sepoi-sepoi pagi itu membuat Nick goyah. Badannya tak tegap lagi. Condong mengikuti angin sepoi-sepoi yang membawanya ke lembah kantuk. Nick tak kuat dan tertidur.

Pagi mulai datang dan matahari mengintip dari timur. Nick yang masih tertidur, terkejut dengan suara pagar rumahnya.

“Ah, Nita” kata Nick sambil mengusap matanya.

“Hai, Nick” balas Nita.

Nita adalah anak dari pemilik rumah yang disewa Nick. Nick sudah memendam rasa cinta terhadapnya sejak lama. Nick merasa tak cukup nyali untuk mengungkapkannya. Nita yang tidak menunjukkan gelagat apapun, sebenarnya tahu Nick suka padanya. Nick pun percaya kalau Nita memiliki perasaan yang sama dengannya.

“Sebentar, aku ambilkan kunci dulu. ” kata Nick sambil tergesa-gesa mencari kunci gembok pagarnya.

Nita hanya tersenyum.

“Nah. ” gumam Nick yang menemukan kuncinya.

Dia berjalan menuju pagar dan membukanya untuk Nita.

“Silahkan. ” kata Nick.

“Terimakasih. ” balas Nita.

“Iya sama-sama. ” kata Nick.

“Eh, apa itu ?” lanjut Nick sambil menunjuk rantang yang dibawa Nita. Sebenarnya, setiap hari mingu Nita selalu membawakan sarapan untuk Nick. Tapi, Nick berpura-pura agar terjadi komunikasi diantara mereka.

“Ini? Sarapan buat kamu” kata Nita.

“wah... Silahkan duduk. ” Nick mempersilahkan Nita duduk di ruang makan. Memang biasa nya seperti itu.

“Mau minum apa? Kopi?” tanya Nick.

“Nggak ah. Teh aja” saut Nita.

“Oke segera datang.” Balas Nick.

Nick berjalan menuju dapur dan mengaduk teh untuk dirinya dan Nita.

“Eh, haha. Kenapa kamu tadi tidur di teras? ” tanya Nita denga sedikit tertawa.

“mmm.. apa?” kata Nick bingung dan mencoba mengulang pertanyaan Nita.

“Kenapa kamu tidur di teras ?” saut Nita dengan nada lebih tingi namun tetap lembut.

“ooh, haha. Nggak papa. Tadi malem kebangun jam 2, terus duduk di teras. Eh ketiduran” jelas Nick sambil membawa 2 cangkir teh.

“oo, begiu. Nick, aku cuma bawa nasi sama telur doang. Maaf ya” kata Nita.

“Isimewa .. ngga papa lagi. Eh, kamu udah sarapan?” tanya Nick.

“Belum, sih” kata Nita.

“Yaudah sini, bareng.” Saut Nick.

“Eh..”

“Udah sini” potong Nick sambil membuka rantang lalu membagi nasi dan telur untuk mereka berdua.

Pagi itu mereka makan pagi bersama dengan romantis meski hanya telur. Di sela-sela makan, mereka membicarakan tentang kuliah Nita. Mereka juga membahas tentang pekerjaan Nick. Mereka tertawa bersama.

Nick terdiam.

“Nick?” kata Nita.

“eh, iya?” jawab Nita.

“aku pulang, ya. Makasih sarapannya” kata Nita

“ini rantangnya biar aku yang nyuci” kata Nick

“oh, gausah. Biar aku aja” kata Nita

“gapapa?” tanya Nick meyakinkan.

“iya” jawab Nita mantap.

Nick mengantar Nita ke teras dan melihatnya pulang. Tampak dari kejauhan, Nita menoleh dan tersenyum. Nick pun membalas senyum manis Nita.

Nick kembali ke ruang makan. Dia duduk dan menghabiskan tehnya yang tersisa satu tegukan. Sembari berpikir kalau apa yang dia alami barusan, terasa familiar dan tidak asing baginya.

Senja menerka, Nick berniat mengajak Nita jalan-jalan. Nick pergi ke rumah Nita dengan sepeda motornya. Sesampainya di rumah Nita, terlihat Nita yang duduk di teras rumahnya. Tampaknya Nita sedang melamun.

“Nita. ” sapa Nick.

“Hai, Nick. Ada apa?” tanya Nita.

“kita jalan-jalan yuk” ajak Nick.

“Kemana? Tapi aku belum rapi.” kata Nita.

“kemana aja. Eh, udah gini aja. Dah cantik kok” kata Nick.

“iya deh. Bentar ya” kata Nita sambil masuk ke dalam rumahnya untuk pamit.

“Ma, Pa, pergi dulu yaa” kata Nita.

“Iya, hati-hati” terdengar suara ayahnya dari dalam rumah.

“ayo Nick” ajak Nita yang sudah naik ke motor Nick.

“berangkat!!” kata Nick semangat.

Selama perjalanan, Nick dan Nita sangat menikmati percakapan satu sama lain. Awalnya Nick mengajak ke restoran dan makan makanan kesukaan Nita. Nita begitu senang.

“udah kenyang?” tanya Nick menggoda.

“hish” jawab Nita dengan sinis.

“haha, becanda. Habis ini kamu ku ajak ke tempat favoritku. Mau?” tanya Nick.

Nita tersenyum dan mengangguk sembari mengunyah makanan yang ada di mulutnya.

Mereka keluar restoran dengan sama-sama senang. Mereka menuju ke tempat parkir dan melanjutkan perjalanan. Nick membawa Nita ke tempat favoritnya. Ia membawa Nita ke sebuah bukit di ujung kota.

“naah, ini dia” kata Nick.

“waah.. kenapa aku tidak tahu tempat ini. Indah sekali pemandangan di sini.” Kata Nita kagum.

“hehe, di sini kita bisa lihat gemerlap kota kita tercinta.” Kata Nick.

“kamu biasanya ngapain di sini? Kok bisa favorit?” tanya Nita.

Terjadi percakapan di sana. Ternyata, waktu Nick merasa sedih, galau, dia ke sini untuk menenangkan diri. Mereka ngobrol banyak di sana. Namun, Nick yang mulai merasa nyaman tak kuasa menahan waktu yang sudah menunjuk pukul 9.

“eh, dah malem nih. Pulang yuk..” ajak Nita.

“iyadeh” kata Nick pasrah.

Di perjalanan pulang, Nick hanya tersenyum. Sementara Nita sudah mulai mengantuk.

Sampai di depan rumah Nita, Nita turun dan terdiam menatap Nick yang memegang tangannya. Namun, beberapa menit kemudian Nita mulai memaksa Nick untuk melepaskan tangannya. Nita berlari ke dalam rumah dan menutup pintu rumah. Tanpa salam perpisahan malam itu. Sepertinya, Nick menyatakan cintanya pada Nita.

Nick yang saat itu bingung, tidak mengejar Nita yang berlari. Nick pulang ke rumah. Sesampainya Nick di rumah, dia memikirkan apa yang baru dialaminya. Dia beranggapan kalau Nita butuh waktu untuk menjawab cintanya. Iya, Nick mencoba memberikan pembelaan untuk Nita kepada dirinya sendiri.

Nick mulai lelah dengan perasaanya.


Keesokan harinya, Nick bangun terlalu siang. Ketika matahari sudah hampir di atas ubun-ubun. Nick merasa kurang bersemangat hari itu. Nick masih memikirkan Nita. Nick mulai bosan dengan pikirannya yang melayang tentang Nita. Pikiran yang tidak karuan. Nick pun memutuskan untuk pergi ke rumah Nita. Menjemput sebuah jawaban untuk harapan.

Tok...tok...tok suara pintu rumah Nita yang diketuk oleh Nick

Sesampainya di rumah Nita, Nick merasa ada yang aneh. Rumah Nita tak tampak seperti biasanya. Semua tertutup rapat, sepertinya sudah ditinggalkan.

Tok... tok... tok...

Tok... tok... tok...

Nick mulai gusar dan bingung. Dia terduduk di teras rumah Nita. Dia begitu takut.

Tiba-tiba mendung menyelimuti dan hujan pun turun. Tak terlalu deras memang, namun cukup untuk membasahi badan Nick yang masih terduduk.

Nick tak menyerah. Dia menunggangi motornya dan pergi ke kampus Nita.

Sia-sia, karena hari itu kampus tutup dan tidak nampak ada kegiatan di sana. Nick tetap mencari tapi tanpa arah. Dia hanya mengikuti jalan yang memutar dan membuatnya kembali ke rumah Nita. Dia turun dan menghampiri pintu. Sepertinya keadaan tidak berubah.

Kali ini, seorang tetangga yang melihat Nick berteriak

“ orangnya sudah pindah, jauh. Nggak di sini lagi.”

Saat mendengar itu, Nick tidak merespon apapun. Dia hanya kaget dan tak bisa menahan kesedihan.

Senja menyapa. Hujan tak kunjung reda. Nick kembali ke rumah dengan tubuh yang menggigil kedinginan. Dia mengganti bajunya dan duduk di sofa, sembari memikirkan Nita. Nick tetap berusaha berpikir positif.

Nick menyalakan tv nya untuk menenangkan diri. Semua stasiun tv menayangkan “breaking news” tentang pesawat yang hilang. Nick sama sekali tidak tertarik, namun tetap memperhatikan. Mereka membicarakan pesawat yang hilang dan lepas kontak dari bandara. Masih belum diketahui keberadaannya.

Nick tidak mengiraukannya.


Tiga hari berlalu. Nick sama sekali tidak semangat. Dia dipecat dari pekerjaannya karena tidak becus bekerja. Nick memang masih sangat ingin bertemu dengan Nita yang masih belum membalas cintanya.

Suatu malam yang ditemani hujan, Nick yang sangat lelah tertidur. Dan ia bermimpi.

Nick bermimpi berada di suatu tempat yang sepertinya famliar dan tidak asing baginya. Keadaan saat itu pun sangat ia kenal betul.

Dalam mimpi itu, ia bertemu dengan Nita, orang yang selama ini ia cari. Nick melihat Nita begitu cantik dan sangat anggun. Rambutnya terurai. Nita melihat ke arah Nick. Nick sangat terguncang. Ia merasa ada yang tidak biasa dengan tatapan Nita.

Nia berkata

“aku tak akan kembali..

aku telah melakukan sesuatu yang salah...

aku takut untuk mengatakan, meskipun aku tau kau ingin aku menyampaikannya untukmu..

aku sangat bingung, aku akan berterus terang kalau aku pun mencintaimu..

namun, hujan ini hanya akan membasahimu. Aku tidak akan basah karenanya, karena aku sudah di rumah..

aku tetap bisa melihatmu meski ribuan kaki yang menapak di bumi menghalangi pandanganku..

aku sekarang di atasmu. Aku sudah di rumah, di langit, di keabadian..

dan memperhatikanmu dari atas.. “

Nick ingin sekali mengatakan sesuatu pada Nita. Namun mulut Nick seperti terkunci dan tidak bisa berkata-kata. Nick hanya diam, melihat Nita yang terbang menjauh dari hadapannya.

Matahari terbit..

Nick terbangun. Dia bingung apa maksud mimpi itu.

“apa ini? Nita?” gumam Nick

Nick mengambil handphonenya. Nick menghubungi keluarga Nita. Waktu itu ibunya yang mengangkat. Nick bertanya apa yang terjadi terhadap Nita. Ibunya menangis. Nick bingung.

Ibunya menerangkan bahwa Nita hilang bersama penumpang dan pesawat yang dinaikinya. Waktu itu, Nita mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Ibu dan ayahnya serta adiknya pun sudah memutuskan untuk pindah dan kembali ke kampung halaman. Saat setelah mengantar Nita, ibu, ayah dan adiknya menuju rumah di kampung halamannya.

Nick pun menceritakan kepada ibu Nita tentang mimpinya. Ibu Nita meng-iyakan. Saat di bandara, Nita menitipkan surat kepada ibunya untuk diberikan keppada Nick.

Saat itu jua, Nick sangat terkejut dan tidak mengerti apa yang terjadi. Dia sangat sedih hingga menetes air matanya.

Setelah cukup lama berbicara dengan ibu Nita, Nick memutuskan kembali ke orang tua dan kampung halamannya. Dia merasa sudah tidak ada alagi yang bisa dilakukan di tempatnya saat ini.

Keesokan harinya, Nick sudah siap dengan tas dan sepeda motornya. Meninggalkan rumah sewa nya. Sebelum menuju ke orang tuanya, Nick berpamitan pada orang tua yang sudah berada di kampung halaman mereka. Nick menerima titipan Nita dari ibunya. Setelah itu, Nick melanjutkan perjalanan pulang ke kampung halamannya, tempat orang tua nya. Berusaha untuk tetap tegar dan melupakan semuanya.

 

-Gusti Syailendra-